Iran Tawarkan Kerja Sama Energi hingga Pesawat dalam Negosiasi Nuklir dengan AS
VISI.NEWS | BANDUNG – Iran menyatakan membuka peluang kerja sama ekonomi strategis dengan Amerika Serikat di sektor energi, pertambangan, hingga pembelian pesawat terbang sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan nuklir baru yang saling menguntungkan. Pernyataan ini disampaikan menjelang putaran kedua perundingan antara Teheran dan Washington yang dijadwalkan berlangsung pekan ini di Jenewa, Swiss.
Wakil Direktur Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, menegaskan bahwa keberlanjutan kesepakatan hanya dapat terjamin apabila kedua negara sama-sama memperoleh manfaat ekonomi nyata.
“Untuk keberlanjutan sebuah kesepakatan, sangat penting bahwa Amerika Serikat juga memperoleh keuntungan di sektor-sektor dengan imbal hasil ekonomi tinggi dan cepat,” ujarnya seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars, Minggu (15/2).
Menurut Ghanbari, sejumlah sektor yang dibahas dalam negosiasi mencakup kepentingan bersama di ladang minyak dan gas, investasi di bidang pertambangan, hingga potensi pembelian pesawat terbang. Ia menilai perjanjian nuklir 2015 tidak cukup memberikan kepentingan ekonomi bagi AS, sehingga membuka ruang untuk pendekatan baru yang lebih pragmatis.
Perundingan terbaru ini merupakan kelanjutan dari upaya kedua negara untuk meredakan ketegangan panjang terkait program nuklir Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir 2015 pada 2018 dan kembali menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Teheran. Langkah tersebut memicu ketegangan yang terus berlanjut hingga kini.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tetap mengedepankan jalur diplomasi, meskipun opsi lain tetap terbuka.
“Tak seorang pun pernah berhasil mencapai kesepakatan yang sukses dengan Iran, tetapi kami akan mencoba,” kata Rubio dalam konferensi pers di Bratislava.
Ia menambahkan bahwa Presiden Trump lebih memilih penyelesaian melalui negosiasi, meskipun belum ada jaminan hasilnya akan tercapai.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!