HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Rayakan Keberagaman
Konsep tersebut menjadi metafora bagi perkembangan Bandung dalam setahun terakhir. Semakin banyak ruang yang dibuka untuk masyarakat memungkinkan warga bertemu, berinteraksi, berkegiatan, dan menciptakan sesuatu secara bersama-sama.
Ruang interaksi itu hadir melalui berbagai festival, acara publik, ruang terbuka, hingga aktivitas komunitas yang menghidupkan sejumlah sudut Kota Bandung.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Bandung mempromosikan 84 agenda pariwisata dan kebudayaan melalui Calendar of Event. Beragam kegiatan tersebut turut mendorong pemanfaatan ruang kota sebagai tempat bertemunya masyarakat.
Salah satu contohnya adalah Asia Africa Festival 2025. Kegiatan tersebut menghidupkan kawasan Jalan Asia Afrika, Braga, hingga Cikapundung dengan berbagai aktivitas, mulai dari pertunjukan budaya, bazar UMKM, kegiatan komunitas seni, hingga aktivitas publik.
Selain festival, pemerintah juga terus menata dan mengaktifkan sejumlah ruang kota sebagai ruang publik. Salah satunya adalah kawasan kolong Pasupati yang dikembangkan menjadi ruang kreatif untuk komunitas, seniman, dan masyarakat.
Perkembangan tersebut sejalan dengan gagasan utama HJKB ke-216: kota menjadi hidup ketika ruang-ruangnya dapat mempertemukan berbagai elemen masyarakat.
“Solidarity” dan “Harmony”
Dua kata dalam tagline HJKB ke-216 memiliki makna yang saling melengkapi.
“Solidarity” merepresentasikan hubungan, kebersamaan, dan kemampuan warga, komunitas, serta berbagai gagasan untuk bergerak bersama. Solidaritas menjadi energi yang memungkinkan keberagaman tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!