HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Rayakan Keberagaman

ED
PN
Selasa, 15 September 2026 | 05:36 WIB
Bagikan
HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Rayakan Keberagaman

VISI.NEWS — Menjelang Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) yang akan diperingati pada 25 September 2026, Pemerintah Kota Bandung memperkenalkan identitas visual baru bertajuk “Solidarity in Harmony”. Identitas tersebut menjadi gambaran semangat Bandung sebagai kota yang terus tumbuh melalui keberagaman, pertemuan, kolaborasi, dan kreativitas masyarakat.

Tagline “Solidarity in Harmony” dipilih untuk menegaskan Bandung sebagai ruang bersama. Kota ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang bertemunya warga, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, seniman, serta beragam gagasan yang kemudian bergerak dan berkembang bersama.

Konsep HJKB ke-216 tidak terlepas dari perjalanan sejarah Bandung yang penuh dengan berbagai titik balik.

Bandung lahir sebagai pusat pemerintahan pada 1810. Seiring perkembangan kota, Bandung kemudian dikenal dengan julukan Paris van Java pada 1928. Perjalanan sejarah itu terus berlanjut dengan Bandung Lautan Api pada 1946 dan Konferensi Asia-Afrika pada 1955.

Memasuki era modern, Bandung kembali menemukan karakter barunya sebagai salah satu kota kreatif sejak 2008.

Berbagai momentum tersebut menunjukkan bahwa identitas Bandung terus terbentuk dan berkembang melalui perubahan zaman. Semangat mengenai titik balik itulah yang kemudian kembali diangkat dalam peringatan HJKB ke-216.

 Identitas Visual yang Lebih Dinamis

Identitas visual HJKB ke-216 merupakan kelanjutan dari identitas HJKB ke-215\. Namun, pendekatan visual tahun ini dibuat lebih terbuka dan dinamis.

Pada HJKB ke-215, identitas visual dibangun melalui bentuk-bentuk yang saling mengunci dalam satu komposisi. Sementara pada HJKB ke-216, elemen-elemen visual dibuat lebih fleksibel sehingga dapat bergerak, bertemu, dan menghasilkan berbagai kemungkinan susunan.

Konsep tersebut menjadi metafora bagi perkembangan Bandung dalam setahun terakhir. Semakin banyak ruang yang dibuka untuk masyarakat memungkinkan warga bertemu, berinteraksi, berkegiatan, dan menciptakan sesuatu secara bersama-sama.

Ruang interaksi itu hadir melalui berbagai festival, acara publik, ruang terbuka, hingga aktivitas komunitas yang menghidupkan sejumlah sudut Kota Bandung.

Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Bandung mempromosikan 84 agenda pariwisata dan kebudayaan melalui Calendar of Event. Beragam kegiatan tersebut turut mendorong pemanfaatan ruang kota sebagai tempat bertemunya masyarakat.

Salah satu contohnya adalah Asia Africa Festival 2025. Kegiatan tersebut menghidupkan kawasan Jalan Asia Afrika, Braga, hingga Cikapundung dengan berbagai aktivitas, mulai dari pertunjukan budaya, bazar UMKM, kegiatan komunitas seni, hingga aktivitas publik.

Selain festival, pemerintah juga terus menata dan mengaktifkan sejumlah ruang kota sebagai ruang publik. Salah satunya adalah kawasan kolong Pasupati yang dikembangkan menjadi ruang kreatif untuk komunitas, seniman, dan masyarakat.

Perkembangan tersebut sejalan dengan gagasan utama HJKB ke-216: kota menjadi hidup ketika ruang-ruangnya dapat mempertemukan berbagai elemen masyarakat.

“Solidarity” dan “Harmony”

Dua kata dalam tagline HJKB ke-216 memiliki makna yang saling melengkapi.

“Solidarity” merepresentasikan hubungan, kebersamaan, dan kemampuan warga, komunitas, serta berbagai gagasan untuk bergerak bersama. Solidaritas menjadi energi yang memungkinkan keberagaman tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung.

 Sementara itu, “Harmony” tidak dimaknai sebagai keseragaman. Harmoni justru menggambarkan kemampuan masyarakat dalam mengelola perbedaan sehingga keberagaman dapat menjadi kekuatan dan menghasilkan sesuatu yang produktif.

 Dengan demikian, keberagaman menjadi bagian penting dari identitas Bandung. Perbedaan tidak harus dihilangkan untuk menciptakan kebersamaan, tetapi dapat dikelola menjadi energi kolaborasi.

 Melalui konsep tersebut, HJKB ke-216 diposisikan sebagai salah satu titik balik berikutnya bagi Kota Bandung.

 Peringatan hari jadi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah selama 216 tahun, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat arah perkembangan kota ke depan.

 Bandung diharapkan terus menjadi ruang yang memungkinkan masyarakat dengan latar belakang, profesi, komunitas, dan gagasan yang berbeda untuk bertemu. Dari pertemuan tersebut, lahir kolaborasi dan berbagai inovasi baru yang memperkuat karakter kota.

Visual Hangat dan Mudah Dikenali

Dari sisi desain, identitas visual HJKB ke-216 dirancang dengan karakter yang **hangat, ringan, dan mengundang**. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan semangat perayaan yang ingin terasa dekat dengan masyarakat.

Elemen-elemen visualnya juga dirancang agar mudah dikenali dalam berbagai ukuran dan media. Identitas tersebut tetap diupayakan terbaca ketika digunakan dalam ukuran kecil maupun ketika hanya menggunakan satu warna.

Angka “216” menjadi salah satu elemen utama yang dirancang agar dapat dikenali dengan cepat dalam sekali lihat.

Pada akhirnya, identitas “Solidarity in Harmony” bukan sekadar simbol visual untuk menandai usia Kota Bandung. Identitas tersebut membawa pesan tentang bagaimana Bandung terus dibentuk oleh pertemuan, keberagaman, solidaritas, dan kemampuan masyarakatnya untuk menciptakan ruang bersama.

Pada usia ke-216, Bandung tidak hanya merayakan sejarahnya, tetapi juga menegaskan semangat untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan tumbuh bersama.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.