HIKMAH | Kanaah dan Tidak Meminta-minta
Allah berfirman, “Hai anak cucu Adam fokuslah ibadah niscaya aku isi dadamu rasa kaya, dan aku penuhi kebutuhan hidupmu jika tidak kamu lakukan itu maka dadamu kuisi rasa sibuk dan tidak kupenuhi hajat hajatmu”.
Nabi saw. pernah ingatkan sahabatnya Hakim r.a. untuk tidak buru harta benda karena itu bagian dari tamak hati:
((يَا حَكِيم، إنَّ هَذَا المَالَ خَضِرٌ حُلْوٌ، فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ، وَمَنْ أخَذَهُ بإشرافِ نَفسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ، وَكَانَ كَالَّذِي يَأكُلُ وَلا يَشْبَعُ، وَاليَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى)).
"Hai Hakim, harta itu manis dan segar. Siapa ambil dengan jiwa derma dan tidak tamak maka diberkahi, dan siapa yang ambil dengan jiwa serakah, tidak diberkahi Allah SWT."
Kanaah itu kaya di hati, damai dengan keadaan dan selalu syukuri nikmat Allah.
Manakala seorang mukmin ingin merasakan nikmat Allah SWT dalam keseharian, maka hendaklah ia merasa cukup dengan hasil yang di dapat saat itu karena itu adalah anugerah Allah SWT kepadanya. Allahu A’lam. @fen/sumber: muisulse.com/mui.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!