Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026

Menag: Pesantren Bisa Menjadi New Baitul Hikmah

ED
Kamis, 6 November 2025 | 11:08 WIB
Bagikan
Menag: Pesantren Bisa Menjadi New Baitul Hikmah

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat ilmu pengetahuan yang memadukan kekuatan akal, wahyu, dan spiritualitas. Menag berharap pesantren ke depan bisa menjadi "New Baitul Hikmah", sebuah lembaga pendidikan yang menghasilkan ilmuwan-ilmuwan besar dan memberikan kontribusi penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Hal tersebut disampaikan Menag dalam pidato pembuka Annual Conference on Pesantren Education yang diselenggarakan oleh Majelis Masyayikh di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Acara yang bertema “Rekognisi, Afirmasi, dan Fasilitasi Pendidikan Pesantren untuk Pendidikan Bermutu dan Berkeadilan” ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Majelis Masyayikh KH Abdul Ghafar Rozin, Direktur Pesantren Basnang Said, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, serta pengasuh dan tokoh pesantren lainnya. Para peserta juga terdiri dari berbagai organisasi masyarakat, guru, dosen, dan akademisi.

Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa Baitul Hikmah, yang berkembang pada zaman Abbasiyah, menjadi simbol pusat kemajuan ilmu pengetahuan dalam sejarah peradaban Islam. Lembaga ini didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyid dan mencapai puncaknya pada masa pemerintahan putranya, al-Ma'mun. Baitul Hikmah berfungsi sebagai perpustakaan, lembaga pendidikan, pusat penelitian, dan biro penerjemahan. Menurut Menag, pesantren diharapkan dapat mengikuti jejak Baitul Hikmah dengan melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti Jabir Ibn Hayyan, Ar-Razi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd.

Selanjutnya, Menag mengungkapkan perbedaan mendasar antara pendidikan umum dan pendidikan Islam, khususnya yang ada di madrasah dan pesantren. Menurutnya, dalam pendidikan umum, sumber ilmu terutama berasal dari guru, yang dalam prosesnya menggunakan pendekatan logis dan rasional untuk mendidik siswa. Sementara itu, di pesantren, sumber ilmu tidak hanya datang dari rasio, tetapi juga dari wahyu, intuisi, pengalaman spiritual, dan bahkan dari pelajaran yang diperoleh dari orang-orang yang telah wafat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.