Menag: Pesantren Bisa Menjadi New Baitul Hikmah
"Pendidikan umum mengutamakan akal sebagai sumber utama ilmu, tetapi di pesantren, selain deduksi akal, kita juga mengandalkan wahyu, kalbu, intuisi, bahkan mimpi yang diyakini bisa memberikan pelajaran," terang Menag Nasaruddin. Ia menambahkan bahwa di pesantren, ilmu pengetahuan tidak hanya didapatkan melalui metode deduktif atau rasional semata, melainkan juga melalui proses spiritual yang melibatkan kalbu dan pengalaman batiniah.
Menag juga menyampaikan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya mengasah intelektualitas, tetapi juga mendalamkan spiritualitas. Ia menilai bahwa pendidikan di pesantren mengedepankan keseimbangan antara konsentrasi dan kontemplasi. "Di pendidikan sekuler, fokusnya hanya pada konsentrasi belajar, sedangkan di pesantren, kita menggabungkan konsentrasi dengan kontemplasi untuk mendalami makna sejati dari ilmu itu sendiri," tambah Menag.
Sementara itu, Menag menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Sebagai lembaga pendidikan yang mendalamkan ajaran Islam, pesantren berfungsi sebagai pilar pembentukan karakter dan kepribadian generasi muda, dengan tidak hanya mengandalkan ilmu pengetahuan duniawi, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai agama dan etika moral.
Dengan potensi yang dimiliki pesantren untuk mencetak ilmuwan dan ulama yang menguasai ilmu pengetahuan serta memiliki kedalaman spiritual, Menag berharap pesantren dapat menjadi lembaga yang lebih diakui dan dihargai dalam sistem pendidikan nasional. Ia juga berharap agar pesantren semakin mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban yang lebih maju.
Menag juga mengungkapkan pentingnya rekognisi dan afirmasi terhadap pendidikan pesantren, agar semakin banyak generasi muda yang mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di pesantren dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan mereka. Pemerintah, menurut Menag, akan terus memberikan dukungan bagi pengembangan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!