Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya
Ia meminta para pembina melihat apakah peserta menjadi pribadi yang lebih baik setelah mengikuti kegiatan.
"Setelah pelaksanaan selesai maka lebih cageur lagi, lebih bageur lagi, lebih bener lagi, lebih pinter lagi dan lebih singer lagi. Kalau tidak, ya untuk apa kita melaksanakan Jambore? Untuk apa melaksanakan perkemahan terpadu. Jadi harus ada hasilnya," tegas Herman.
Istilah Pancawaluya yang disampaikan Herman berkaitan dengan visi pembangunan Jawa Barat yang mendorong lahirnya generasi dengan kualitas diri yang utuh.
Herman mengajak seluruh peserta Perkemahan Terpadu dan LT II Situraja menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
"Semua tanpa terkecuali, yang ikut perkemahan terpadu harus menjadi generasi Pancawaluya. Agar bisa mewujudkan Sumedang Simpati, bisa mewujudkan Jabar Istimewa, agar bisa mewujudkan Indonesia yang Jaya," ungkapnya.
Ia menilai pembentukan karakter sejak usia sekolah merupakan investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan Indonesia pada masa mendatang.
Gerakan Pramuka, kata Herman, memiliki ruang yang besar untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dan remaja. Berbagai aktivitas kepramukaan dapat melatih kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan menyelesaikan persoalan.
Herman berharap proses tersebut dapat menghasilkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga mempunyai karakter dan kecakapan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!