Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026

Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya

ED
PN
Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:42 WIB
Bagikan
Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya

VISI.NEWS - Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan Gerakan Pramuka di Jawa Barat harus menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda untuk membentuk karakter sekaligus menyiapkan calon pemimpin masa depan.

Menurut Herman, kegiatan kepramukaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Setiap perkemahan, jambore, maupun kegiatan lainnya harus memberikan perubahan nyata terhadap karakter dan kemampuan peserta.

Hal itu disampaikan Herman saat menutup Perkemahan Terpadu dan Lomba Tingkat II (LT II) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Situraja di Bumi Perkemahan Candra Singa Balingbing Dua, Desa Situraja, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Rabu (26/8/2026).

"Kalau digali lebih jauh, Pramuka itu adalah pemimpin. Bagaimana kalian sejak Siaga, Penggalang, Penegak, kemudian Pandega, menjadi para pemimpin, menjadi orang-orang yang berkarya," ujar Herman dalam sambutannya.

Ia mengatakan proses pendidikan dalam Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda agar memiliki karakter, kemampuan bekerja sama, keberanian mengambil keputusan, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Karena itu, Herman meminta para pembina Pramuka memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki tujuan dan hasil yang dapat dirasakan peserta.

"Pramuka bukan hanya formalitas ngagugurkeun kawajiban, harus ada tapaknya. Setiap kegiatan Pramuka harus ada tapaknya, paling tidak membangun karakter," katanya.

Menurut Herman, keberhasilan sebuah kegiatan kepramukaan tidak cukup diukur dari terlaksananya acara atau banyaknya peserta yang hadir. Hal yang lebih penting adalah perubahan yang terjadi setelah peserta menyelesaikan kegiatan.

Ia meminta para pembina melihat apakah peserta menjadi pribadi yang lebih baik setelah mengikuti kegiatan.

"Setelah pelaksanaan selesai maka lebih cageur lagi, lebih bageur lagi, lebih bener lagi, lebih pinter lagi dan lebih singer lagi. Kalau tidak, ya untuk apa kita melaksanakan Jambore? Untuk apa melaksanakan perkemahan terpadu. Jadi harus ada hasilnya," tegas Herman.

Istilah Pancawaluya yang disampaikan Herman berkaitan dengan visi pembangunan Jawa Barat yang mendorong lahirnya generasi dengan kualitas diri yang utuh.

Herman mengajak seluruh peserta Perkemahan Terpadu dan LT II Situraja menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

"Semua tanpa terkecuali, yang ikut perkemahan terpadu harus menjadi generasi Pancawaluya. Agar bisa mewujudkan Sumedang Simpati, bisa mewujudkan Jabar Istimewa, agar bisa mewujudkan Indonesia yang Jaya," ungkapnya.

Ia menilai pembentukan karakter sejak usia sekolah merupakan investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan Indonesia pada masa mendatang.

Gerakan Pramuka, kata Herman, memiliki ruang yang besar untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dan remaja. Berbagai aktivitas kepramukaan dapat melatih kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan menyelesaikan persoalan.

Herman berharap proses tersebut dapat menghasilkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga mempunyai karakter dan kecakapan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin.

"Jadi Pramuka bukan hanya formalitas. Kita bangun generasi muda yang lebih baik sehingga bisa menjemput masa depan melalui Gerakan Pramuka," tutur Herman.

Ia juga mengaitkan pembentukan karakter melalui Gerakan Pramuka dengan cita-cita menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, generasi muda yang saat ini mengikuti kegiatan Pramuka akan menjadi bagian dari sumber daya manusia yang menentukan arah pembangunan Indonesia pada masa mendatang.

Karena itu, pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara konsisten, termasuk melalui kegiatan yang memberikan pengalaman langsung dan membangun rasa tanggung jawab.

Perkemahan Terpadu dan LT II Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Situraja menjadi salah satu wadah pembinaan tersebut. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Situraja.

Tercatat sebanyak 26 sekolah dasar, 10 SMP/MTs, dan 9 SMA/SMK ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Secara keseluruhan, Perkemahan Terpadu dan LT II diikuti 1.214 peserta dan pembina.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya keterlibatan satuan pendidikan dalam kegiatan kepramukaan sekaligus menjadi ruang interaksi bagi peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Herman berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama berada di perkemahan tidak berakhir ketika kegiatan ditutup.

Menurut dia, nilai-nilai yang dipelajari selama kegiatan harus dibawa ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Peserta diharapkan mampu menunjukkan perubahan melalui sikap yang lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran positif di lingkungannya.

Herman kembali mengingatkan bahwa tujuan utama kegiatan Pramuka adalah membangun manusia dan karakter.

"Sebagaimana visi Jabar, yakni Pancawaluya ngajati diri. Pramuka Jabar Istimewa, jadi kalian semua harus menjadi generasi Pancawaluya. Kita gelorakan!" tegasnya.

Dengan penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap generasi muda tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang mampu berkarya dan mengambil peran sebagai calon pemimpin di masa depan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.