Harga Minyak Dunia Tembus US$91,05 Imbas Perang AS-Iran
Kilang minyak./visi.news/@importirorg.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak yang strategis. Sebelum perang pecah pada akhir Februari, sekitar seperlima pasokan minyak dunia mengalir melalui jalur tersebut.
Iran menutup jalur perairan itu setelah AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada 28 Februari. Ancaman terhadap aktivitas pelayaran kembali terlihat setelah United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker terkena tiga proyektil ketika berlayar keluar dari Selat Hormuz.
Tidak ada korban jiwa maupun dampak lingkungan yang dilaporkan akibat insiden tersebut.
Pasokan Minyak Venezuela Jadi Perhatian Pasar
Selain konflik AS-Iran, perkembangan pasokan minyak dari Venezuela turut menjadi perhatian pasar.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela untuk mengendalikan cadangan minyak negara tersebut. Trump kemudian mengatakan minyak Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali cadangan minyak strategis AS atau Strategic Petroleum Reserve (SPR).
Cadangan minyak strategis AS tersebut kini berada di dekat level terendah dalam 44 tahun.
Sejumlah perusahaan energi juga disebut tengah bersiap menandatangani kesepakatan final terkait proyek energi di Venezuela, di antaranya Chevron dan GE Vernova dari AS, ONGC dari India, Eni dari Italia, serta GeoPark dari Kolombia.
Perkembangan konflik di Timur Tengah, kondisi pelayaran di Selat Hormuz, serta potensi perubahan pasokan dari Venezuela menjadi sejumlah faktor yang terus diperhatikan pasar minyak dunia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!