Gus Heri Raih Doktor di Unair, Lewat Riset Suksesi Kepemimpinan Pesantren

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Jumat, 26 Juni 2026 | 04:37 WIB
Bagikan
Gus Heri Raih Doktor di Unair, Lewat Riset Suksesi Kepemimpinan Pesantren

Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.SM. yang akrab disapa Gus Heri meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen./visi.news/ist.

VISI.NEWS – Di tengah perbincangan tentang masa depan pesantren, regenerasi kepemimpinan, dan keberlanjutan lembaga pendidikan Islam, Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.SM. yang akrab disapa Gus Heri menapaki satu capaian akademik penting. Ia resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor di Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair), Kamis (25/6/2026), dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Disertasi yang diangkat Gus Heri berjudul 'Model Proses Suksesi Kepemimpinan untuk Mendukung Keberlanjutan Pondok Pesantren: Studi Multiple-Case Study'. Tema itu bukan sekadar pilihan akademik, melainkan cerminan dari perjumpaan antara ilmu manajemen, tradisi pesantren, dan kegelisahan tentang bagaimana sebuah lembaga berbasis nilai menjaga amanah kepemimpinan lintas generasi.

Dalam sidang terbuka tersebut, Gus Heri memaparkan, menjelaskan, sekaligus mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan pimpinan sidang, para penyanggah, dan undangan akademik. Namun lebih dari sekadar capaian akademik personal, ujian terbuka itu menjadi penanda atas satu ikhtiar intelektual: membaca pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, melainkan sebagai organisasi berbasis nilai yang memiliki dinamika kepemimpinan, kaderisasi, legitimasi, dan keberlanjutan yang layak dikaji secara serius dalam perspektif ilmu manajemen.

Bagi Gus Heri, suksesi kepemimpinan pesantren bukan perkara sederhana. Ia bukan semata soal siapa yang menggantikan pemimpin sebelumnya, melainkan menyangkut kesinambungan amanah, pelestarian nilai, penerimaan sosial, serta kemampuan lembaga menjaga arah dan daya hidupnya di tengah perubahan zaman.

“Suksesi kepemimpinan di pesantren bukan hanya soal siapa yang menggantikan pemimpin sebelumnya, tetapi bagaimana proses itu dijalankan secara bernilai, legitimate, dan mampu menjaga keberlanjutan pesantren sebagai institusi pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. Karena itu, suksesi perlu dibaca sebagai proses manajerial, kultural, sosial, dan moral sekaligus,” ujar Gus Heri.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.