Gus Heri Raih Doktor di Unair, Lewat Riset Suksesi Kepemimpinan Pesantren
Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.SM. yang akrab disapa Gus Heri meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen./visi.news/ist.
Dalam pandangan tim promotor, penelitian Gus Heri memiliki kontribusi penting bagi pengembangan ilmu manajemen karena menempatkan pesantren sebagai organisasi berbasis nilai yang memiliki kompleksitas kepemimpinan dan keberlanjutan kelembagaan yang khas. Disertasi ini dinilai memperlihatkan bahwa proses suksesi di pesantren tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan model suksesi organisasi formal pada umumnya. Justru di situlah letak sumbangan intelektualnya: membuka ruang dialog antara ilmu manajemen modern dengan khazanah tata kelola, kepemimpinan, dan regenerasi dalam tradisi pesantren.
Di titik ini, disertasi Gus Heri tidak hanya berbicara tentang pesantren sebagai objek kajian, tetapi juga tentang bagaimana ilmu manajemen dapat diperkaya oleh pengalaman kelembagaan Islam yang hidup di tengah masyarakat. Dalam risetnya, suksesi dipahami bukan sekadar pergantian figur, melainkan proses menjaga kesinambungan amanah, merawat legitimasi, menyiapkan penerus, dan memastikan bahwa lembaga tetap berjalan tanpa kehilangan ruh dan nilai dasarnya.
Selain dihadiri unsur akademik internal, ujian terbuka promosi doktor tersebut juga dihadiri undangan akademik dan jejaring intelektual lintas profesi, mulai dari guru besar dan profesor, akademisi lintas perguruan tinggi, ulama dan kiai pengasuh pesantren, peneliti, tokoh masyarakat, hingga novelis pesantren. Kehadiran mereka memberi isyarat bahwa tema yang diangkat Gus Heri tidak hanya penting di ruang kuliah dan forum riset, tetapi juga relevan bagi pesantren, organisasi keagamaan, dan masyarakat yang lebih luas.
Bagi Gus Heri, pesantren adalah institusi yang tidak hanya mendidik santri, tetapi juga memelihara nilai, otoritas moral, dan arah peradaban. Karena itu, masa depan pesantren sangat ditentukan oleh kualitas proses regenerasi kepemimpinannya. Dari sinilah disertasinya memberi satu pesan penting: keberlanjutan lembaga tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari kesungguhan menyiapkan penerus, merawat legitimasi, menjaga amanah, dan menata kepemimpinan secara arif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!