Gus Heri: Muktamar NU Harus Melampaui Suksesi Figur
Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan dalam wawancara khusus TVRI Jawa Timur untuk program berita Jawa Timur Hari Ini, Rabu (26/8/2026)./visi.news/ist.
Pada bagian ini, perhatian Gus Heri tidak hanya berangkat dari kajian akademik. Ia juga dikenal sebagai penggerak santripreneur yang selama ini terlibat dalam pengembangan kewirausahaan berbasis pesantren dan peningkatan kapasitas kewirausahaan santri serta generasi muda.
Perjalanan tersebut turut mengantarkannya meraih Santripreneur Award 2025 dalam ajang Santripreneur Indonesia yang berlangsung di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Dari pengalaman tersebut, Gus Heri melihat pesantren dan komunitas santri tidak hanya mempunyai kekuatan pendidikan dan sosial, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
Menurut dia, NU mempunyai modal sosial yang besar. Pesantren, lembaga pendidikan, UMKM, pengusaha, profesional, generasi muda, komunitas, serta luasnya jejaring warga merupakan kekuatan yang dapat semakin dihubungkan.
Dalam konteks itu, spirit Nahdlatut Tujjar dinilai tetap relevan untuk dimaknai kembali sesuai perkembangan zaman.
Tantangannya bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menerjemahkan semangat kemandirian tersebut melalui penguatan kewirausahaan, UMKM, inovasi, teknologi, akses pasar, dan jejaring ekonomi warga.
“Besarnya jumlah warga jangan hanya menjadikan Nahdliyin sebagai pasar. Mudah-mudahan semakin banyak warga Nahdliyin yang tumbuh menjadi pelaku produksi, kewirausahaan, inovasi, dan penciptaan nilai,” kata Gus Heri.
Menurut dia, pemberdayaan ekonomi tidak dapat dibebankan kepada satu figur ataupun satu struktur. Kolaborasi pesantren, pengusaha, profesional, akademisi, komunitas, lembaga ekonomi, dan berbagai elemen warga diperlukan untuk membangun ekosistem yang saling menguatkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!