Gus Heri: Muktamar NU Harus Melampaui Suksesi Figur
Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan dalam wawancara khusus TVRI Jawa Timur untuk program berita Jawa Timur Hari Ini, Rabu (26/8/2026)./visi.news/ist.
Karena itu, kemampuan menghadapi perubahan zaman perlu berjalan bersama dengan kemampuan merawat nilai dan jati diri jam'iyah. Sementara legitimasi berkaitan dengan penerimaan dan kepercayaan terhadap kepemimpinan.
“Kalau disederhanakan, merit membuat seseorang mampu memimpin, value memberikan arah kepemimpinan, dan legitimacy membuat kepemimpinan itu dipercaya dan diterima,” katanya.
Menurut dia, legitimasi tidak selesai ketika seseorang memperoleh dukungan dalam proses pemilihan. Ujian berikutnya terletak pada kemampuan merawat kepercayaan, mengelola perbedaan, dan merangkul kembali seluruh elemen jam'iyah.
Rekam Jejak sebagai Rekam Khidmah
Pengalaman dan rekam jejak organisasi juga dinilai penting dalam melihat perjalanan kepemimpinan seseorang.
Namun, Gus Heri mengatakan rekam jejak tidak semestinya hanya dibaca dari panjangnya daftar jabatan. Jejak pengabdian dan manfaat yang ditinggalkan selama seseorang memperoleh amanah juga penting diperhatikan.
“Kalau boleh menggunakan istilah sederhana, jangan hanya melihat curriculum vitae, tetapi juga curriculum of contribution. Bukan sekadar pernah menjadi apa, tetapi apa yang telah dikerjakan ketika memperoleh amanah dan manfaat apa yang ditinggalkan,” ujarnya.
Ia juga berpandangan kedalaman keulamaan, kemampuan mengelola organisasi, dan wawasan kebangsaan tidak perlu dipertentangkan. Ketiganya dapat saling melengkapi dalam kepemimpinan jam'iyah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!