Gus Heri: Muktamar NU Harus Melampaui Suksesi Figur
Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan dalam wawancara khusus TVRI Jawa Timur untuk program berita Jawa Timur Hari Ini, Rabu (26/8/2026)./visi.news/ist.
“Organisasi yang kuat bukan hanya memiliki pemimpin yang baik hari ini, tetapi juga memiliki proses yang memungkinkan lahirnya generasi-generasi pemimpin pada masa mendatang,” ujarnya.
Merawat Independensi
Sebagai jam'iyah besar, NU tentu berinteraksi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen bangsa.
Dalam konteks tersebut, Gus Heri menilai independensi organisasi penting untuk terus dirawat. Independensi, menurut dia, tidak berarti NU harus mengambil jarak dari semua pihak. Komunikasi, kerja sama, dan kolaborasi tetap dapat dibangun untuk menghadirkan kemaslahatan.
“Bagi saya, independensi bukan berarti mengisolasi diri. Independensi adalah kemampuan membangun relasi dengan berbagai pihak tanpa kehilangan otonomi dalam menentukan arah,” ujarnya.
Arah tersebut, lanjut dia, tetap berpijak pada nilai, kepentingan jam'iyah dan jamaah, serta kemaslahatan bangsa.
Dari Nahdlatut Tujjar Menuju Keberdayaan Ekonomi
Selain keberlanjutan organisasi, Gus Heri melihat pemberdayaan ekonomi warga sebagai salah satu agenda yang layak terus diperkuat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!