Gaji dan THR = Rejeki Nomplok atau Bukan?
H(adapi Godaan dengan memperbaiki Mindsetmu) Hayo siapa yang sering tergoda membeli suatu barang hanya karena barang tersebut menarik, padahal sebenarnya tidak diperlukan? Hal ini dikenal dengan istilah impulsive buying dan menjadi ‘penyakit’ yang akhir-akhir ini dialami banyak orang. Sifat konsumtif memang sulit untuk dihilangkan, namun dengan menyusun skala prioritas, kamu bisa menentukan wants dan needs sejak awal untuk mempermudahmu dalam mengelola keuanganmu, lho.
Dengan mendapatkan gaji secara rutin setiap bulan dan THR setiap tahunnya, hal ini membuat keduanya merupakan pendapatan rutin yang seharusnya dimasukkan ke budgeting secara berkala. Jadi jangan dianggap sebagai ‘rejeki nomplok’ yang langsung dihabiskan saat itu juga. Karena dengan begitu, kamu jadi hanya bisa hidup bergantung pada gaji dan THR yang akan diberikan secara berkala. Padahal pendapatan tersebut bisa kamu tabung dan sisihkan untuk dana cadangan, yang dapat membantumu ketika mengalami situasi darurat.
Untuk para kaum FOMO mending lurusin dulu niat dan hatimu dalam mengatur keuangan agar cermat dalam melakukan pengeluaran dan nggak tergoda untuk melakukan impulsive buying karena ikut-ikutan orang lain. Belum tentu dampak yang baik untuk mereka juga berdampak baik untuk kamu, lho. So, daripada spending mu hanya untuk shopping hal-hal yang nggak penting-penting banget, mending didonasiin untuk sedekah kepada orang-orang yang lebih membutuhkan!
R(encanakan Keuangan mu) Financial planning merupakan strategi yang mempermudahmu dalam membuat perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan keuanganmu. Dengan tujuan keuangan yang beragam seperti menyusun dana cadangan, berinvestasi, membangun rumah, membayar utang, hingga mempersiapkan dana pensiun, tentu memerlukan perencanaan yang matang agar gaji dan THR mu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Manfaat utama dari perencanaan keuangan yaitu memberikan kontrol yang lebih baik terhadap keuangan pribadi. Dengan begitu, kamu dapat mengurangi pemborosan dan mengelola keuangan dengan lebih efisien. Nggak ada salahnya kok self-reward untuk diri sendiri, tapi jangan sampai hal ini jadi alasanmu setiap kali melakukan pengeluaran ya!
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!