Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat
Ia memaparkan strategi penyelenggaraan acara, sistem manajemen pelaksanaan, hingga berbagai bentuk kolaborasi yang akan menjadi ciri khas festival. Menurutnya, penyelenggaraan festival harus didukung perencanaan yang matang agar mampu menghadirkan pengalaman yang berkualitas bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta rapat. Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan banyaknya pertanyaan, kritik, masukan, serta usulan yang disampaikan dari berbagai kalangan.
Beragam pandangan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia untuk menyempurnakan konsep Festival Al Jabbar sehingga pelaksanaannya nanti semakin matang dan mampu menjawab harapan masyarakat.
Memasuki waktu Magrib, rapat dihentikan sementara agar seluruh peserta dapat melaksanakan salat berjamaah di Masjid Raya Al Jabbar. Setelah ibadah selesai, diskusi kembali dilanjutkan hingga menjelang waktu Isya dengan membahas berbagai aspek teknis dan penguatan kolaborasi antarbidang.
Melalui rapat koordinasi tersebut, semangat gotong royong dan kolaborasi lintas profesi semakin terlihat. Sinergi antara unsur masyarakat, akademisi, seniman, budayawan, praktisi, organisasi, hingga pengelola Masjid Raya Al Jabbar diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Festival Al Jabbar sebagai agenda unggulan di Jawa Barat.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni dan budaya, tetapi juga menjadi media syiar Islam, mempererat persaudaraan, memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!