Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat
Dukungan juga datang dari kalangan perguruan tinggi. Sejumlah dosen dan perwakilan kampus menyatakan kesiapan bergabung memperkuat kepanitiaan serta memberikan kontribusi sesuai bidang keahliannya.
Beberapa institusi pendidikan yang hadir di antaranya Telkom University, Universitas Muhammadiyah Bandung, IA ISBI, UIN Bandung, Institut Teknologi Nasional (Itenas), dan Digitech University.
Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat aspek konseptual, manajemen, riset, hingga jejaring kolaborasi sehingga Festival Al Jabbar mampu berkembang menjadi agenda berskala besar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian Masjid Raya Al Jabbar, Kiai Rr. Deden Fahruroji, menyampaikan bahwa Masjid Raya Al Jabbar pada prinsipnya terbuka terhadap berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat syiar Islam dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Namun demikian, ia mengingatkan agar identitas kegiatan yang menggunakan nama "Al Jabbar" benar-benar diperkuat sejak awal sehingga sejalan dengan fungsi, visi, dan marwah Masjid Raya Al Jabbar.
Menurutnya, penguatan konsep tersebut penting agar tidak menimbulkan berbagai penafsiran di tengah masyarakat serta memastikan kegiatan memiliki arah yang jelas sesuai dengan nilai-nilai yang diusung masjid.
Selain itu, ia juga meminta panitia segera melengkapi seluruh administrasi penyelenggaraan dan mendaftarkan rencana kegiatan secara resmi agar dapat dibahas dalam rapat pengurus Masjid Raya Al Jabbar sebagai bagian dari mekanisme perizinan penggunaan kawasan masjid.
Pada sesi pemaparan materi, akademisi sekaligus praktisi Event Organizer, Nuslih Jamiat yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, menjelaskan konsep Festival Al Jabbar secara komprehensif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!