Nyawa Pegowes Kembali Melayang, Bandung Darurat Jalan Aman? 30 Jul 2026 Pemkab Jember Gelontorkan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis 30 Jul 2026 ATR/BPN, KPK, dan Pemda Sulteng Percepat Sertifikasi Aset Daerah 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juii 2026 30 Jul 2026 Siswa Jabar Tampil di LKS Nasional, Andalkan Inovasi Cloud Computing 30 Jul 2026 Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat 30 Jul 2026 Resmi Jadi Aset Pemprov, Teras Cihampelas Segera Dibongkar 30 Jul 2026 Nyawa Pegowes Kembali Melayang, Bandung Darurat Jalan Aman? 30 Jul 2026 Pemkab Jember Gelontorkan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis 30 Jul 2026 ATR/BPN, KPK, dan Pemda Sulteng Percepat Sertifikasi Aset Daerah 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juii 2026 30 Jul 2026 Siswa Jabar Tampil di LKS Nasional, Andalkan Inovasi Cloud Computing 30 Jul 2026 Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat 30 Jul 2026 Resmi Jadi Aset Pemprov, Teras Cihampelas Segera Dibongkar 30 Jul 2026

Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat

ED
PN
Kamis, 30 Juli 2026 | 05:38 WIB
Bagikan
Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat

VISI.NEWS – Persiapan penyelenggaraan Festival Al Jabbar terus dimatangkan melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Edukasi Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, pada pukul 16.00 WIB. Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat, akademisi, seniman, budayawan, praktisi, hingga pegiat dakwah, dari total sekitar 70 undangan yang telah disebarkan.

Rapat berlangsung dalam suasana penuh semangat dan optimisme. Berbagai pihak menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi menyukseskan Festival Al Jabbar sebagai agenda yang diharapkan mampu memadukan nilai seni, budaya, pendidikan, dan syiar Islam dalam satu rangkaian kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua LSBPI menegaskan pentingnya segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kepanitiaan sebagai dasar hukum bagi seluruh panitia. Menurutnya, keberadaan SK menjadi pijakan legal yang penting agar seluruh aktivitas organisasi dan kepanitiaan memiliki landasan yang jelas.

"Dengan adanya SK kepanitiaan, setiap anggota panitia memiliki dasar yang kuat dalam menjalankan tugas, tanggung jawab, dan koordinasi selama proses persiapan hingga pelaksanaan festival," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, mengapresiasi tingginya antusiasme berbagai kalangan yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut. Ia menilai keterlibatan para akademisi, seniman, budayawan, pemikir Islam, praktisi, hingga komunitas merupakan modal besar dalam menghadirkan festival yang berkualitas.

Menurut Bambang, Festival Al Jabbar dirancang bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai potensi masyarakat untuk menghadirkan kegiatan yang edukatif, inspiratif, sekaligus memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai keislaman.

"Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kaya pula gagasan yang dapat diwujudkan. Ini menjadi kekuatan besar agar Festival Al Jabbar mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat," katanya.

Dukungan juga datang dari kalangan perguruan tinggi. Sejumlah dosen dan perwakilan kampus menyatakan kesiapan bergabung memperkuat kepanitiaan serta memberikan kontribusi sesuai bidang keahliannya.

Beberapa institusi pendidikan yang hadir di antaranya Telkom University, Universitas Muhammadiyah Bandung, IA ISBI, UIN Bandung, Institut Teknologi Nasional (Itenas), dan Digitech University.

Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat aspek konseptual, manajemen, riset, hingga jejaring kolaborasi sehingga Festival Al Jabbar mampu berkembang menjadi agenda berskala besar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian Masjid Raya Al Jabbar, Kiai Rr. Deden Fahruroji, menyampaikan bahwa Masjid Raya Al Jabbar pada prinsipnya terbuka terhadap berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat syiar Islam dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan agar identitas kegiatan yang menggunakan nama "Al Jabbar" benar-benar diperkuat sejak awal sehingga sejalan dengan fungsi, visi, dan marwah Masjid Raya Al Jabbar.

Menurutnya, penguatan konsep tersebut penting agar tidak menimbulkan berbagai penafsiran di tengah masyarakat serta memastikan kegiatan memiliki arah yang jelas sesuai dengan nilai-nilai yang diusung masjid.

Selain itu, ia juga meminta panitia segera melengkapi seluruh administrasi penyelenggaraan dan mendaftarkan rencana kegiatan secara resmi agar dapat dibahas dalam rapat pengurus Masjid Raya Al Jabbar sebagai bagian dari mekanisme perizinan penggunaan kawasan masjid.

Pada sesi pemaparan materi, akademisi sekaligus praktisi Event Organizer, Nuslih Jamiat yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, menjelaskan konsep Festival Al Jabbar secara komprehensif.

Ia memaparkan strategi penyelenggaraan acara, sistem manajemen pelaksanaan, hingga berbagai bentuk kolaborasi yang akan menjadi ciri khas festival. Menurutnya, penyelenggaraan festival harus didukung perencanaan yang matang agar mampu menghadirkan pengalaman yang berkualitas bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya.

Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta rapat. Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan banyaknya pertanyaan, kritik, masukan, serta usulan yang disampaikan dari berbagai kalangan.

Beragam pandangan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia untuk menyempurnakan konsep Festival Al Jabbar sehingga pelaksanaannya nanti semakin matang dan mampu menjawab harapan masyarakat.

Memasuki waktu Magrib, rapat dihentikan sementara agar seluruh peserta dapat melaksanakan salat berjamaah di Masjid Raya Al Jabbar. Setelah ibadah selesai, diskusi kembali dilanjutkan hingga menjelang waktu Isya dengan membahas berbagai aspek teknis dan penguatan kolaborasi antarbidang.

Melalui rapat koordinasi tersebut, semangat gotong royong dan kolaborasi lintas profesi semakin terlihat. Sinergi antara unsur masyarakat, akademisi, seniman, budayawan, praktisi, organisasi, hingga pengelola Masjid Raya Al Jabbar diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Festival Al Jabbar sebagai agenda unggulan di Jawa Barat.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni dan budaya, tetapi juga menjadi media syiar Islam, mempererat persaudaraan, memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.