Eri Cahyadi Relokasi Warga Korban Eksekusi Kasus Sengketa Tanah

ED
Selasa, 15 Agustus 2023 | 05:00 WIB
Bagikan
Eri Cahyadi Relokasi Warga Korban Eksekusi Kasus Sengketa Tanah

VISI.NEWS | SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merelokasi warga RT 2 RW 2 Kampung Dukuh Pakis IV A, korban eksekusi kasus sengketa tanah. Didampingi Koordinator Posko Pandegiling Jagad Hariseno, Putra Almarhum Whisnu Sakti Buana yaitu Aura Dewangga Buana, serta Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya John Thamrun, Eri mendatangi warga terdampak pada Senin, (14/8/2023) di penampungan yang berada di Kampung Dukuh Pakis IV B.

“Kemarin sudah koordinasi dengan Bu camat dan seluruh warga. Kami memikirkan tempat tinggalnya dan ada tempat rusun yang butuh kita siapkan, nah kita pindahkan dulu mereka ke rusun Grudo,” ungkap Eri

Rusunawa Grudo yang akan menjadi lokasi tempat korban terletak di Jl. Grudo V No.2, Kelurahan Dr. Soetomo, Kecamatan Tegalsari. Selain memotivasi warga, dalam pertemuan ini Eri juga memberikan kunci Rusunawa secara simbolik pada korban.

Beberapa poin disampaikan Eri dalam pertemuan ini. Pertama adalah soal pendidikan anak dari korban. Eri mengatakan bahwa memberi kebebasan dan menyerahkan keputusan pada warga, hendak memindahkan anaknya atau tidak. Kedua, terkait korban yang menjadi Kader Surabaya Hebat (KSH). Eri menginginkan korban untuk tetap menjadi KSH, namun membebaskan untuk tetap menjadi KSH di Dukuh Pakis atau Rusunawa Grudo.

Meski relokasi dilakukan, Eri mengatakan bahwa perjuangan mendapatkan keadilan tetap harus dilakukan. Pasalnya, warga merasa ada yang tidak pas atau janggal dengan eksekusi tersebut, sehingga akan dilakukan gugatan. Eri menyerahkan proses hukum kepada tim Advokasi Posko Pandegiling.

“Saya juga maturnuwun Mas Seno, Mas Dewa, Mas Andrean, Mas John Tamrun, juga semua lah, memberikan pendampingan dari perjuangan yang benar seperti apa. Jadi ini juga pergerakannya. Ayo dijalankan yang benar, ketika ada yang tidak benar, kita benarkan,” ungkap Eri.

Atas perkara ini, tak lupa Eri juga mengapresiasi warga Dukuh Pakis utamanya korban, karena tetap bisa menjalankan kehidupan dengan suasana yang guyub rukun, gotong royong, tidak menggunakan kegaduhan di Surabaya. Ia mengungkapkan bahwa hal seperti itu lah yang harus tetap dipertahankan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.