Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia
Selain kegiatan ilmiah, ekspedisi juga melibatkan masyarakat melalui siaran langsung dari atas kapal OceanXplorer. Lebih dari 100 orang menghadiri kegiatan di Western Australian Museum Boola Bardip, sementara sekitar 80 hingga 100 warga Pulau Christmas mengikuti siaran langsung sebelumnya. Di Pulau Christmas sendiri, sedikitnya 345 peserta mengikuti berbagai kegiatan edukasi, pengambilan sampel, dan pelatihan yang diselenggarakan selama program berlangsung.
Penelitian juga menghasilkan data awal mengenai plankton dan mikroorganisme yang berkaitan dengan fenomena Milky Seas atau lautan bercahaya. Para peneliti berhasil mengisolasi bakteri bioluminesensi dari radiolaria dan zooplankton yang nantinya akan dianalisis lebih lanjut melalui studi genomik dan fisiologi.
OceanX menyatakan seluruh data ilmiah dari ekspedisi ini akan diproses lebih lanjut melalui kajian taksonomi, metabarcoding eDNA, pengurutan genom lengkap, serta analisis oseanografi dan pemetaan dasar laut. Setelah memperoleh validasi ilmiah, data tersebut diharapkan dapat mendukung penelitian global mengenai keanekaragaman hayati laut, ekosistem gunung bawah laut, serta penyusunan kebijakan konservasi kawasan laut lepas di masa mendatang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!