Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

Diah Pitaloka Minta Pemkot Bogor Lakukan Mitigasi Kebencanaan

ED
Selasa, 18 Oktober 2022 | 16:38 WIB
Bagikan
Diah Pitaloka Minta Pemkot Bogor Lakukan Mitigasi Kebencanaan

VISI.NEWS | JAKARTA - Bencana disertai korban jiwa yang terjadi di beberapa wilayah Kota Bogor berapa pekan terakhir menyita perhatian Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka.

Menurutnya, bencana itu dipicu akibat tidak terstrukturnya aliran air atau drainase karena kepadatan penduduk yang terus meningkat sehingga, saluran air tidak diperhatikan dan akibatnya infrastrukturnya tergerus debit air.

“Kekurangan saluran air di tempat pemukiman padat penduduk ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya baru-baru ini.

Dengan demikian, Diah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Dinas Lingkungan dan Kebersihan dan Disperumkim (Disperumkim) untuk duduk bersama melakukan kajian dan mitigasi kebencanaan, khususnya menyangkut terjadinya bencana yang terjadi di beberapa wilayah Kota Bogor.

Diah mengungkapkan bahwa titik-titik rawan longsor itu ada di tempat padat penduduk. Seperti yang terjadi di kawasan Gang Barjo, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, beberapa waktu lalu.

"Kota Bogor ini terkena dampak dari pembangunan kota yang tidak terencana dengan baik, khususnya daerah pemukiman padat penduduk," tegasnya.

Terakhir, Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu berharap, kedepannya pihak Pemkot Bogor dan semua elemen masyarakat bisa lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan pembangunan di daerah rawan longsor atau banjir. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.