Defisit Dipangkas, Ekonomi Dipacu: Prabowo Pasang Target Besar di RAPBN 2027
Pemerintah ingin memastikan nilai ekspor komoditas Indonesia tercatat sesuai harga pasar internasional sehingga penerimaan negara dapat lebih optimal.
Langkah ini dinilai penting mengingat Indonesia merupakan salah satu eksportir utama berbagai komoditas strategis dunia seperti batu bara, nikel, timah, sawit, hingga emas.
Bursa Mineral dan Komoditas Diluncurkan 2027
Salah satu kebijakan yang paling menarik perhatian adalah rencana peluncuran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia pada 1 Januari 2027.
Bursa tersebut akan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mencakup perdagangan berbagai komoditas strategis nasional seperti:
- Sawit
- Nikel
- Timah
- Batu bara
- Kopi
- Karet
- Emas
Pemerintah menargetkan seluruh regulasi pendukung selesai paling lambat 17 September 2026.
Keberadaan bursa ini diharapkan mampu membentuk harga referensi Indonesia sendiri sehingga tidak lagi terlalu bergantung pada acuan harga luar negeri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!