Defisit Dipangkas, Ekonomi Dipacu: Prabowo Pasang Target Besar di RAPBN 2027
VISI.NEWS – Pemerintah memasang target ambisius dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, sekaligus menurunkan defisit anggaran menjadi 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Target tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan dan pengantar RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan di hadapan DPR RI, Jumat (14/8/2026).
Langkah tersebut langsung mendapat respons positif dari pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,59 persen ke level 6.401,9, sementara nilai tukar rupiah menguat sekitar 0,3 persen terhadap dolar AS ke posisi Rp17.825 per dolar AS.
Defisit Turun, Pendapatan Negara Digenjot
Dalam RAPBN 2027, pemerintah menetapkan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun atau naik 6,6 persen dibanding target APBN 2026. Di sisi lain, pendapatan negara dipatok mencapai Rp3.426 triliun atau tumbuh 8,6 persen.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibanding belanja, pemerintah menargetkan defisit anggaran menyempit menjadi Rp671,2 triliun atau setara 2,4 persen PDB.
Angka tersebut lebih rendah dibanding outlook defisit APBN 2026 yang diperkirakan mencapai 2,85 persen PDB dan juga lebih rendah dari target awal 2026 sebesar 2,68 persen.
Penurunan defisit ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah berupaya menjaga disiplin fiskal di tengah agenda pembangunan yang tetap agresif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!