DEEP Indonesia: Rehabilitasi Ira Puspadewi Tegaskan Kegagalan Sistem Peradilan

ED
Kamis, 27 November 2025 | 04:52 WIB
Bagikan
DEEP Indonesia: Rehabilitasi Ira Puspadewi Tegaskan Kegagalan Sistem Peradilan

VISI.NEWS | BANDUNG - Direktur Komunikasi Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Intelligence Research, Neni Nur Hayati, menyambut positif keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan rehabilitasi kepada mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi. Menurut Neni, keputusan tersebut mencerminkan potret kegagalan sistem peradilan dalam membedakan kesalahan prosedural bisnis dengan tindakan kriminal, sehingga memicu kriminalisasi yang tidak berdasar.

DEEP Indonesia melakukan analisis sentimen pemberitaan dan percakapan media sosial pada periode 19–24 November 2025. Hasilnya menunjukkan sentimen negatif mencapai 80%, jauh mengungguli positif (14%) dan netral (6%). Sentimen negatif tersebut, menurut Neni, bukanlah serangan kepada Ira Puspadewi, melainkan wujud kemarahan publik terhadap putusan hakim yang dianggap tidak logis dan mencederai rasa keadilan.

Tingginya sentimen negatif mencerminkan keraguan publik terhadap konsistensi putusan. Hakim menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara meski menyatakan terdakwa tidak terbukti memperkaya diri, ditambah adanya dissenting opinion yang mengusulkan vonis bebas (onslag). Publik mempertanyakan apakah putusan tersebut benar-benar berlandaskan keadilan substantif atau hanya sekadar memenuhi tekanan untuk menjatuhkan vonis korupsi.

Dalam percakapan di media sosial, mayoritas pengguna di platform seperti X dan Facebook menunjukkan penolakan terhadap putusan tersebut. Sentimen negatif mencapai 53–57%, mencerminkan adanya konsensus digital bahwa putusan yang dijatuhkan bermasalah. Sementara di Instagram, TikTok, dan YouTube, pola sentimennya tidak jauh berbeda, tetap menunjukkan penolakan yang signifikan.

Namun, setelah Presiden Prabowo mengeluarkan rehabilitasi, dinamika sentimen berubah drastis. Berdasarkan penarikan data pada 24–26 November 2025 pukul 15.40 WIB, sentimen positif meningkat menjadi 68%, netral 4%, dan negatif turun menjadi 28%. Menurut DEEP, intervensi Presiden telah berhasil melakukan reputation repair yang cepat dan efektif, menenggelamkan narasi ketidakadilan yang sebelumnya mendominasi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.