Dedi Mulyadi Fasilitasi 18 Siswi SMKN 2 Garut ke Salon Usai Polemik Razia Rambut
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan)./visi.news/Pemprov Jabar.
VISI.NEWS | GARUT - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memfasilitasi 18 siswi SMKN 2 Garut untuk merapikan rambut di salon profesional sebagai langkah pemulihan mental dan kepercayaan diri usai polemik pemotongan rambut di lingkungan sekolah, Rabu (6/5/2026).
Dedi Mulyadi juga menemui langsung para siswi dan orang tua untuk mendengarkan keluhan serta memastikan penanganan dilakukan secara terbuka.
“Kemarin orang tua siswanya sudah ketemu saya, siswanya sudah ketemu. Jumlah semuanya 18 orang, sudah selesai,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Jumat (8/5/2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai pendekatan pemulihan penting dilakukan agar kondisi psikologis siswa tetap terjaga setelah peristiwa tersebut menjadi perhatian publik.
“Nanti sore ada tayangan lengkapnya di YouTube saya agar bisa dilihat dengan jelas apa yang dilakukan,” kata Dedi.
Peristiwa pemotongan rambut terjadi di SMKN 2 Garut saat sejumlah siswi selesai mengikuti pelajaran olahraga dan didatangi guru bimbingan konseling untuk pemeriksaan kedisiplinan.
Tindakan pemotongan rambut itu memicu protes dari orang tua murid karena dinilai dilakukan tanpa pendekatan persuasif, termasuk terhadap siswi berhijab.
Kepala SMKN 2 Garut, Nur Al Purqon, membenarkan adanya tindakan pemotongan rambut terhadap siswa yang dianggap melanggar aturan sekolah terkait pewarnaan rambut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!