Dedi Mulyadi: APBD Jabar Rp31 T Tidak Sepenuhnya Bisa Digunakan
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 9 Juli 2025 | 18:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat tahun 2025 mencapai Rp31 triliun. Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut, tidak seluruh dana tersebut bisa digunakan untuk program-program baru karena sepertiganya sudah terkunci untuk membayar utang dan kewajiban warisan masa lalu.
"Banyak yang tanya, berapa anggaran Jabar tahun ini? Rp 31 triliun. Tapi jangan dikira semuanya bisa dipakai. Kami harus bayar dulu utang PEN, BPJS, operasional Kertajati, sampai Masjid Al Jabbar," ujar Dedi dalam keterangan resminya, Rabu (9/7/2025).
Dedi menjelaskan, anggaran Rp 600 miliar dialokasikan untuk membayar utang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Rp 334 miliar untuk tunggakan iuran BPJS, Rp 60 miliar untuk biaya operasional Bandara Kertajati, dan sekitar Rp 40 miliar untuk operasional Masjid Al Jabbar.
Selain itu, pemerintah provinsi juga masih memiliki beban untuk menebus ijazah siswa di sekolah swasta dengan total anggaran Rp 1,2 triliun. Hingga saat ini, separuh dari jumlah tersebut sudah dibayarkan melalui Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU).
"Uangnya terbatas, tapi kebutuhan rakyat tetap harus dilayani. Jalan harus bagus, bencana harus ditangani, anak sekolah harus bisa lanjut, santri tetap dapat beasiswa. Itu komitmen saya," tegas Dedi.
Dengan kondisi fiskal yang tertekan, Pemprov Jabar melakukan pengetatan belanja. Namun, Dedi memastikan langkah efisiensi ini tidak akan mengurangi layanan publik.
"Mohon doa dari masyarakat. Kami akan terus bekerja meski dengan napas fiskal yang pendek," pungkasnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!