Dari Stek Jadi Hijau, Bibit Tanaman Bandung Diproduksi Sendiri
Setelah melalui proses stek, calon tanaman ditempatkan di dalam polybag. Media tanam yang digunakan terdiri atas tanah, kompos, dan pupuk kandang.
Bibit kemudian dirawat hingga membentuk akar yang cukup kuat. Tahapan ini menjadi penting karena tanaman harus berada dalam kondisi yang siap sebelum dipindahkan atau didistribusikan untuk kebutuhan penghijauan.
Dengan proses tersebut, tanaman yang sebelumnya hanya tumbuh di satu lokasi dapat diperbanyak menjadi tanaman baru yang kemudian dimanfaatkan di berbagai titik Kota Bandung.
Kegiatan UPT Pembibitan tidak berhenti pada produksi bibit. Unit tersebut juga bertugas memastikan ketersediaan tanaman untuk mendukung perawatan taman-taman yang dikelola Pemerintah Kota Bandung.
Kebutuhan tanaman untuk pemeliharaan taman dapat terus berubah. Tanaman yang rusak, mati, atau membutuhkan penggantian harus tersedia agar kondisi ruang terbuka hijau tetap terjaga.
Karena itu, keberadaan fasilitas pembibitan menjadi salah satu penunjang dalam pengelolaan ruang hijau perkotaan. Pemerintah tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga perlu memastikan tersedianya cadangan tanaman untuk mengganti dan memperbarui vegetasi yang ada.
Tanaman yang dikembangkan UPT Pembibitan berasal dari tanaman yang telah tumbuh di sejumlah taman kota dan area penghijauan lainnya. Proses perbanyakan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Selain memenuhi kebutuhan internal pemerintah, UPT Pembibitan juga membuka akses bagi lembaga kewilayahan yang membutuhkan tanaman untuk penghijauan di lingkungannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!