DARI PONPES KE PONPES | K.H. Tata Gandasbara Fokus Kelola Pesantren Al Qur'an Fajar Ashshidiqqi di Ciparay
Hidup di kota orang adalah perjuangan, mau makan ya harus kerja, hingga untuk bertahan hidup, mau tak mau Kiai Tata saat itu harus menerima pekerjaan apapun.
Pekerjaan pertama kali Kiai Tata remaja di Bandung saat itu, sebagai buruh di Pabrik Garmen Damar Mas. Ia bekerja sebagai office boy beberapa lama. Setelah itu pindah ke Pabrik lainnya sebagai PIC di pabrik Fit-U Garments Industry di Jln. Moh Toha, dan ketika habis kontraknya, lalu ia menjadi penjaga toko. Pengalaman kerja lainnya sebagai sales marketin penjualan motor.
Puncak karir
Kemudian puncaknya karirnya saat bekerja di BPR KS sempat menjadi pegawai handal yang banyak mendapatkan reward perusahaan. Reward antara lain berupa bonus mengunjungi beberapa negara di Asia, seperti Thailand, Brunai Darussalam, Malaysia, Kamboja, Vietnam dll.
Awal ia sendiri memanfaatkan ilmunya, dan mulai di kenal sebagai ajengan, saat bekerja di Fit-U. Di tempat ia bekerja ini, ada karyawan yang kesurupan. Karena ia dianggap memiliki ilmu agama yang lebih, karyawan lainnya meminta bantuan menyembuhkan yang kesurupan tersebut, dan berhasil. Dari sinilah awal ia di kenali keilmuannya.
Kesadaran untuk fokus mengamalkan ilmu agama dari hasil mesantrennya di Babakan Ciwaringin, Cirebon, baru ia lakukan pada tahun 2005, setelah kesadarannya untuk berjuang di jalan Allah telah sepenuhnya ia tekadkan.
Berawal dari membangun sepetak ruangan di pinggir rumahnya, rintisan pesantren itu dimulai. Di pesantren inilah ia akhirnya menerima para santri dari anak-anak warga setempat, dan ia cetak menjadi santri-santri handal dalam bidang qiroatul quran/ mencetak tilawah /santri tahfz/syarhil Qur'an/ khattil Qur'an, dan kaligrafi.
Gagasan besar dari Kiai Tata ini, adalah pesantrennya hanya untuk mencetak generasi Qurani, yang bisa menjadi wakil dalam setiap Musabaqoh Tilawatil Qur'an yang di andalkan daerahnya. Hingga anak-anak santrinya saat itu, menjelma menjadi santri unggulan yang diperhitungkan dan disegani. Baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat Provinsi Jawa barat, karena seringkali meraih prestasi di berbagai lomba.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!