Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

DARI PONPES KE PONPES | K.H. Tata Gandasbara Fokus Kelola Pesantren Al Qur'an Fajar Ashshidiqqi di Ciparay

ED
Rabu, 5 April 2023 | 22:33 WIB
Bagikan
DARI PONPES  KE PONPES | K.H. Tata Gandasbara Fokus Kelola Pesantren Al Qur'an Fajar Ashshidiqqi di Ciparay

Pesantren Al Qur'an Fajar Ashshiddiqi merupakan wujud dari keberadaan pesantren komplek, yang tentunya memiliki luas tanah standardnya perumahan biasa.

Menginspirasi

Tentu ini menjadi hal menarik bagi dan bisa jadi akan membuahkan menginspirasi bagi para santri lainnya yang sudah membaur dengan masyarakat, dan berkeinginan mendarmabaktikan ilmunya, agar bermaslahat bagi umat, dengan cara mereka bersemangat membuat pesantren kecil-kecilan di mana ia tinggal. Baik di tengah perkampungan padat, maupun di pemukiman komplek penduduk biasa.

Jika kita lihat, apa yang sudah dilakukan oleh K.H. Tata Gandasbara, yang memiliki nama lengkap Haji Tata Mochammad Tasdiq, S.H. ini, bisa jadi akan menjadi acuan, barometer dari suatu rintisan pergerakan kaum santri Nahdlatul Ulama (NU) , yang mampu memanfaatkan keberadaan dirinya di komplek perumahan atau di mana saja mereka tinggal, untuk mengadopsi pesantren komplek yang sudah di buat dan di contohkan K.H. Tata ini.

Dan bila pesantren-pesantren kecil ini tumbuh, hal tersebut nantinya, akan ikut membantu mencerdaskan umat, generasi penerus, dimana para kaum santri yang jumlahnya sudah sangat banyak ini, bisa memiliki mimpi, berkemampuan membuat pesantren-pesantren mungil seperti apa yang telah di rintis K.H.Tata Gandasbara ini, yang  dirintis sejak tahun 2005.

Misteri ballpoint

Pesantren "anomali" Kiai Tata bukti bangkitnya kesadaran kaum santri. Hijrahnya Kiai Tata setamat mesantren di Babakan Ciwaringin, Cirebon, di usianya yang ke 18 tahun saat itu, merupakan keputusan berani. Ia mengembara ke Bandung, hanya berbekal ilmu agama, tanpa kecakapan skill lainnya.

Uniknya, orangtuanya saat ia mau mulai mengembara itu hanya membekalinya dengan ballpoint. Ya hanya ballpoint, alat tulis yang harus ia bawa dan rawat. Ia tak tahu maksudnya apa, sampai pada akhirnya pemberian itu nanti terjawab ketika Kiai Tata sudah memahami maksud orang tuanya itu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.