Dari Negeri Serumpun untuk Tanah Rencong, Siti Nurhaliza Kirim Tiga Truk Bantuan ke Aceh
Di lokasi, Marlina dan Rozi tampak terharu menyaksikan kehancuran kampung yang nyaris rata dengan tanah. Puing rumah dan tumpukan kayu sisa banjir terlihat menggunung di sekitar Masjid Nurussalam, mencerminkan dahsyatnya terjangan banjir bandang.
Bantuan dari Malaysia ini menambah daftar dukungan internasional untuk Aceh. Sebelumnya, Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia mengirimkan bantuan medis dan tenaga dokter, sementara perusahaan multinasional Upland Resources juga menyalurkan bahan pokok untuk pengungsi. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan pihaknya terbuka terhadap bantuan dari luar negeri demi kepentingan kemanusiaan.
“Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,” kata Mualem.
Sementara itu, pemerintah pusat memastikan dukungan anggaran untuk penanganan bencana. Presiden Prabowo menyatakan APBN siap menyokong pembiayaan, termasuk tambahan dana taktis sebesar Rp20 miliar untuk tiap provinsi terdampak dan Rp4 miliar untuk setiap kabupaten atau kota terdampak.
Banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak akhir November lalu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menimbulkan dampak luas. BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.059 jiwa hingga Rabu (17/12). Jumlah pengungsi tercatat 588.226 orang, sementara proses pencarian korban hilang dan pembukaan akses ke daerah terisolasi masih terus dilakukan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!