Cuaca Ekstrem, Ulah Manusia, dan Isyarat Al Quran 14 Abad Silam
Perluasan Industri kapitalis, bahan bakar transportasi, hingga makanan yang tidak dihabiskan menyumbang peningkatan suhu bumi. Padahal Allah SWT berfirman:
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
“(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Mahapengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?” (QS Al-Mulk :3)
Ayat di atas menunjukkan betapa bumi diciptakan penuh keteraturan. Sedikit saja harmonisasi alam diusik, alam akan memperlihatkan kengeriannya.
Perlu diketahui, pemanasan suhu rata-rata global yang menyebabkan sedemikian rupa kekacauan tadi, hanya meningkat satu derajat celcius.
Isyarat Al Quran pada ayat tersebut bukan sekadar informasi, melainkan di balik ayat itu, terkandung pesan kuat bagi manusia sebagai khalifah di bumi menjaga keseimbangannya.
Gambaran bagaimana alam menyajikan keteraturan yang tidak ada presedennya, tergambar pada ayat berikut, Allah SWT berfirman:
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَسَلَكَهٗ يَنَابِيْعَ فِى الْاَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهٖ زَرْعًا مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهٗ حُطَامًا ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِاُولِى الْاَلْبَابِ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!