Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

Cuaca Ekstrem, Ikan Milik Petani di Cirata Mati Mengambang

ED
Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:05 WIB
Bagikan
Cuaca Ekstrem, Ikan Milik Petani di Cirata Mati Mengambang
VISI.NEWS | CIANJUR - Akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Barat, ikan-ikan ikan milik peternak kolam jaring apung (KJA) di kawasan Cirata mati mengambang, Selasa (19/10/2021) lalu. Tak ayal, para petani pun harus mengalami kerugian karena ikan yang mereka budi dayakan tak bisa terjual. Salah seorang petani ikan di Waduk Cirata, Hendra mengatakan, semua ikan miliknya mati, baik yang ukuran kecil maupun besar. Semuanya mengambang ke permukaan. “Penyebab kematian massal ikan tersebut diduga karena cuaca ekstrem,” ujar Hendra seperti dilansir cianjurtoday.com, Rabu (20/10/2021). Menurut dia, hal tersebut terjadi saat cuaca dingin dan naiknya air bawah yang bercampur dengan endapan pakan. Sehingga membuat ikan yang dibudidayakan di kolam KJA mati karena kehabisan udara segar. “Kemarin mulai kejadiannya, banyak ikan di KJA yang mati mendadak, kondisi cuaca memang sedang tidak bagus. Untuk di dua blok saja bisa mencapai 100 ton,” sebutnya. Hendra menjelaskan, untuk di wilayahnya, kematian ikan terjadi di Blok Jati Nenggang dan Blok Calincing dan yang mati rerata jenis ikan nila, emas, dan bawal. “Kebanyakan ikan yang mati adalah ikan mas dan nila, baik yang sudah siap panen ataupun benih yang baru saja seminggu lalu datang,” paparnya. Menghadapi kondisi ini, ia mengaku, tidak menyiapkan antisipasi apa pun. Namun, lanjutnya, jika ke depannya masih ada modal, KJA pasti akan ditanam lagi. “Kerugian di perkirakan untuk satu pengusaha KJA paling minimal Rp 20 juta hingga Rp 100 jutaan,” tutupnya. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.