Bukan Cuma Penghasilan, Ini Cara BPS Menentukan Desil DTSEN
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti./visi.news/ist.
Berbagai informasi tersebut kemudian dipertimbangkan secara bersama-sama menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.
Dengan demikian, satu kondisi atau satu indikator tidak secara otomatis menentukan posisi desil sebuah keluarga.
PMT merupakan salah satu pendekatan statistik yang juga digunakan secara internasional, terutama ketika informasi mengenai pendapatan atau konsumsi rumah tangga sulit diperoleh atau diverifikasi secara lengkap.
Melalui pendekatan tersebut, berbagai informasi sosial ekonomi yang dapat diamati digunakan secara sistematis untuk membantu memperkirakan posisi kesejahteraan relatif keluarga.
Desil Bukan Penentu Tunggal Penerima Bantuan
BPS menjelaskan, desil berfungsi sebagai alat pemeringkatan untuk membantu pemerintah mengenali kelompok masyarakat berdasarkan posisi kesejahteraan relatifnya.
Informasi tersebut dapat dimanfaatkan kementerian dan lembaga sebagai salah satu dasar untuk menentukan sasaran atau prioritas program sesuai tujuan dan ketentuan masing-masing program.
Karena itu, desil bukan merupakan daftar penerima suatu program. Penggunaannya tetap harus dilihat berdasarkan konteks program yang bersangkutan.
Posisi desil juga dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga maupun perubahan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lainnya. Oleh sebab itu, relevansi DTSEN perlu dijaga melalui pemutakhiran data secara berkala.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!