Buat Indonesia Bangga, Anak Muda Bawa Produk Lokal ke Pasar Internasional. Ini Caranya!
Salah satu alasannya adalah karena target pasarnya kebanyakan sudah melek teknologi dan terbiasa berbelanja di e-commerce. “Kalau dari Shopee, kita biasa terima hingga ribuan pesanan, dan hingga kini bisa mendapat pesanan yang stabil hingga ratusan per harinya,” tambah Monica.
Siapa sangka kini ia juga sudah berhasil ekspor ke Singapura, Malaysia dan Thailand. “Ini semua dibantu oleh Shopee. Prosesnya mudah, sama seperti kita jual barang ke pengguna di dalam negeri. Seneng banget sih bisa go internasional,” tambahnya.
Berani Lakukan Inovasi Produk
Selain Monica, ada juga Kevin Naftali yang berusia 28 tahun dengan produk fesyen pria bernama Kevasco. Awalnya, di tahun 2011, Kevin menjual produk knitwear - yang cukup berbeda dengan produk-produk fesyen laki-laki yang di jual di pasaran kala itu. Setelah menurunkan idealismenya dan mulai membaca pasar, di tahun 2017-2018 Kevin mulai fokus untuk menambahkan produk life wear.
Kevin menjelaskan bagaimana kehadiran e-commerce seperti Shopee sangat membantu perkembangan brand-brand yang masih kecil untuk menjadi platform yang menyediakan demand yang cukup stabil, terlebih dengan adanya berbagai kampanye dengan promo-promo yang menarik.
Meski industri fashion terkena dampak saat awal pandemi Covid-19, omzet Kevin justru berhasil naik hingga 2x lipat di tahun 2020 dari tahun 2019 berkat penjualan di Shopee. Pencapaian Kevin adalah ketika berhasil mengekspor produknya ke negara tetangga seperti Singapura dan Thailand.
“Kita dulu pernah ekspor, tapi itu hand carry, titip sama temen kita yang memang kuliah di luar negeri. Tapi sayang jumlahnya hanya bisa sedikit saja, dan itu pun saat teman kita lagi pulang ke Indonesia saja.” kata Kevin.

Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!