Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juii 2026 30 Jul 2026 Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat 30 Jul 2026 Resmi Jadi Aset Pemprov, Teras Cihampelas Segera Dibongkar 30 Jul 2026 GAC Rayakan 30 Juta Pemilik Global, Tebar Harga Spesial Mobil Listrik di GIIAS 2026 30 Jul 2026 Bandung Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, BMKG Imbau Warga Siapkan Payung 30 Jul 2026 Jadwal Piala AFF 2026: Indonesia Tantang Timor Leste 29 Jul 2026 Persebaya Unggul 1-0 atas PSMS Lewat Sundulan Yuran 29 Jul 2026 Warga Kuningan Temukan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan 29 Jul 2026 Igor Tolic Puji Penampilan Gemilang Pemain Muda Persib 29 Jul 2026 FK PKBM Kota Bandung Tingkatkan Literasi di Pendidikan Nonformal 29 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juii 2026 30 Jul 2026 Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat 30 Jul 2026 Resmi Jadi Aset Pemprov, Teras Cihampelas Segera Dibongkar 30 Jul 2026 GAC Rayakan 30 Juta Pemilik Global, Tebar Harga Spesial Mobil Listrik di GIIAS 2026 30 Jul 2026 Bandung Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, BMKG Imbau Warga Siapkan Payung 30 Jul 2026 Jadwal Piala AFF 2026: Indonesia Tantang Timor Leste 29 Jul 2026 Persebaya Unggul 1-0 atas PSMS Lewat Sundulan Yuran 29 Jul 2026 Warga Kuningan Temukan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan 29 Jul 2026 Igor Tolic Puji Penampilan Gemilang Pemain Muda Persib 29 Jul 2026 FK PKBM Kota Bandung Tingkatkan Literasi di Pendidikan Nonformal 29 Jul 2026

BI Rate dan Sinergi Kebijakan Perkuat Rupiah

Desi Rossilawati
Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:58 WIB
Bagikan
BI Rate dan Sinergi Kebijakan Perkuat Rupiah

Nilai tukar rupiah./visi.news/shutterstock.

VISI.NEWS | BANDUNG - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan pada pertengahan Juni 2026 setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir. Penguatan ini disebut didorong oleh sinergi kebijakan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang berhasil meningkatkan kepercayaan investor.

Berdasarkan catatan BI, rupiah ditutup menguat 0,84 persen ke level Rp17.865 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026), dari posisi 5 Juni 2026 yang berada di Rp18.010 per dolar AS.

“Perkembangan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap bauran kebijakan Bank Indonesia,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam keterangan dikutip, Sabtu (13/6/2026).

Destry menjelaskan, penguatan rupiah ditopang oleh sejumlah kebijakan BI, termasuk kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,50 persen, penguatan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), hingga insentif hedging swap bagi investor asing.

Selain itu, BI juga memperluas akses repo untuk menjaga likuiditas perbankan serta meningkatkan intensitas operasi moneter di pasar rupiah dan valuta asing.

“Langkah-langkah tersebut juga didukung oleh sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah kenaikan BI-Rate, aliran modal asing menunjukkan perkembangan positif yang tercermin dari meningkatnya transaksi SRBI nonresiden dan Surat Berharga Negara (SBN), masing-masing sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun pada 10–11 Juni 2026.

Selain itu, penerbitan obligasi internasional Danantara juga mencatat minat tinggi dengan nilai penjualan perdana mencapai Rp26,9 triliun.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.