Banyak Gempa dan Letusan Gunung Api, Ada Apa?
VISI.NEWS — Rentetan gempa bumi dan aktivitas letusan gunung api yang terjadi di berbagai wilayah dunia kerap memunculkan pertanyaan: apakah Bumi sedang memasuki fase yang lebih aktif, atau ada perubahan besar yang sedang berlangsung di dalam perut planet?
Jawabannya tidak sesederhana jumlah kejadian yang terlihat dalam pemberitaan. Secara geologi, banyaknya gempa dan letusan gunung api pada waktu yang berdekatan pada dasarnya merupakan bagian dari dinamika normal planet yang terus bergerak. Namun, peningkatan aktivitas pada gunung api tertentu atau munculnya pola gempa yang tidak biasa di sekitar gunung tersebut memang dapat menjadi tanda penting yang harus dipantau.
Data jangka panjang menunjukkan bahwa gempa bumi merupakan fenomena yang sangat sering terjadi. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan rata-rata sekitar 16 gempa besar bermagnitudo 7 atau lebih terjadi setiap tahun berdasarkan catatan sejak sekitar 1900. Rata-rata tersebut mencakup sekitar 15 gempa M7 dan satu gempa M8 atau lebih dalam setahun. USGS juga mencatat bahwa jumlah gempa besar dapat berada di atas atau di bawah rata-rata dalam tahun tertentu tanpa berarti Bumi sedang mengalami perubahan fundamental.
Fenomena serupa berlaku pada gunung api. Smithsonian Global Volcanism Program mencatat puluhan gunung api mengalami erupsi dalam suatu tahun. Dalam data 2026 yang tersedia hingga pembaruan 31 Maret, misalnya, tercatat 47 letusan terkonfirmasi pada 47 gunung api, dengan enam di antaranya merupakan erupsi baru yang dimulai pada tahun tersebut. Angka tersebut masih dapat berubah karena aktivitas vulkanik terus berlangsung dan data diperbarui.
Artinya, melihat banyak gempa atau beberapa gunung api meletus dalam periode yang sama belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh planet sedang memasuki kondisi “luar biasa”.
Secara sederhana, penyebab utamanya adalah Bumi memang bukan benda yang diam. Lempeng tektonik terus bergerak, saling bertumbukan, menjauh, atau bergeser. Pergerakan tersebut membangun dan melepaskan tekanan di kerak Bumi sehingga menghasilkan gempa. Proses tektonik yang sama juga berkaitan erat dengan pembentukan dan aktivitas gunung api.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!