Bandung Diuji untuk Jadi Daerah Terbaik Pelayanan Investasi
Selain itu, Bandung memiliki jaringan transportasi dan infrastruktur yang relatif kuat. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal untuk menarik lebih banyak investor.
Namun, Farhan menekankan bahwa potensi tersebut harus diimbangi dengan pelayanan pemerintah yang mampu mempermudah realisasi investasi.
"Nilai kita ini tinggi sekali. Tinggal masalahnya adalah apakah prosesnya memang betul-betul membantu dunia usaha atau justru menghalangi realisasi potensi yang begitu besar," katanya.
Bagi Farhan, keberhasilan menarik investasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal. Dampak investasi terhadap masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, juga menjadi indikator penting.
Ia berharap pertumbuhan investasi dapat ikut menurunkan tingkat pengangguran dan mendorong semakin banyak warga Kota Bandung masuk ke sektor pekerjaan formal.
Menurut dia, berbagai penataan kota yang dilakukan pemerintah harus diikuti dengan tersedianya lapangan pekerjaan formal bagi masyarakat yang sebelumnya menggantungkan pendapatan dari sektor informal.
"Keuntungan penyerapan tenaga kerja sangat tinggi," ujarnya.
Farhan juga menghubungkan kemudahan berusaha dengan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kota Bandung memiliki sentra UMKM di setiap kecamatan yang dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi investasi dan pariwisata.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!