Bandung Diuji untuk Jadi Daerah Terbaik Pelayanan Investasi
Berbagai kegiatan kreatif dan pariwisata yang berlangsung di Bandung dinilai membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar.
Meski demikian, Farhan mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah dalam pelayanan perizinan. Salah satunya adalah proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang menurutnya masih perlu dipercepat.
Pemkot Bandung, kata dia, terus melakukan perbaikan terhadap berbagai layanan agar proses perizinan dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan kepastian kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Farhan juga menekankan bahwa ekosistem investasi tidak hanya berkaitan dengan izin mendirikan atau menjalankan usaha. Pemerintah perlu memastikan berbagai layanan dasar tersedia bagi investor dan tenaga kerja yang datang dan tinggal di Kota Bandung.
Layanan pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, hingga administrasi perkawinan disebut menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang mendukung mobilitas tenaga kerja dan kebutuhan perusahaan.
"Untuk itulah memang kehadiran dari Kementerian bersama dengan Pemerintah Provinsi dan juga Dunia Usaha ini menjadi motivasi bagi kami agar terus bergerak, memanfaatkan semua sarana untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan para investor yang datang ke Kota Bandung," kata Farhan.
Pemkot Bandung juga memetakan berbagai persoalan kota yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi. Salah satunya adalah pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Legok Nangka.
Farhan menilai persoalan yang dihadapi sebuah kota tidak selalu harus dipandang sebagai beban. Dengan tata kelola yang tepat, persoalan tersebut dapat menjadi peluang investasi sekaligus solusi terhadap kebutuhan masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!