Bandung Cerah Tiga Hari, BMKG Prediksi Cuaca Berawan Dominasi Akhir Pekan
VISI.NEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Kota Bandung akan didominasi kondisi cerah selama tiga hari ke depan, mulai Kamis (23/7/2026) hingga Sabtu (25/7/2026). Setelah itu, mulai Minggu (26/7/2026), sebagian besar wilayah ibu kota Jawa Barat diperkirakan beralih menjadi berawan dengan potensi udara kabur hingga kabut/asap di sejumlah kecamatan bagian timur.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, seluruh kecamatan di Kota Bandung diprediksi mengalami cuaca cerah pada Kamis. Kondisi serupa diperkirakan masih bertahan pada Jumat (24/7/2026) dan Sabtu (25/7/2026), sehingga masyarakat dapat memanfaatkan cuaca yang relatif stabil untuk berbagai aktivitas di luar ruangan.
Selama periode tersebut, suhu udara di Kota Bandung berkisar antara 14 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 14 hingga 94 persen. Perbedaan suhu dipengaruhi karakteristik wilayah, di mana kawasan dataran tinggi di bagian timur dan utara cenderung memiliki suhu lebih rendah dibandingkan wilayah pusat dan barat kota.
Beberapa kecamatan seperti Sukasari, Coblong, Cidadap, Sukajadi, Cicendo, Andir, Bandung Wetan, Sumur Bandung, Lengkong, Batununggal, Regol, Astana Anyar, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bandung Kulon, hingga Buahbatu diprakirakan menikmati cuaca cerah selama tiga hari berturut-turut.
Wilayah Cibiru dan Ujungberung menjadi daerah dengan suhu terendah, yakni berkisar 15 hingga 17 derajat Celsius pada pagi hari. Sementara itu, suhu maksimum mencapai sekitar 30 derajat Celsius diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah seperti Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Regol, Bandung Kidul, Astana Anyar, dan Bandung Kulon.
Memasuki Minggu (26/7/2026), pola cuaca mulai mengalami perubahan. BMKG memprakirakan sebagian besar kecamatan di Kota Bandung akan didominasi cuaca berawan. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga Kamis (30/7/2026), meski belum terdapat indikasi hujan dengan intensitas signifikan.
Suhu udara selama periode berawan diperkirakan tetap berada pada kisaran 16 hingga 30 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara cenderung lebih rendah pada siang hari dibandingkan tiga hari sebelumnya.
Perubahan kondisi cuaca juga diperkirakan terjadi di wilayah timur Kota Bandung. Mulai Senin (27/7/2026), beberapa kecamatan seperti Rancasari, Arcamanik, Gedebage, Panyileukan, Cinambo, Cibiru, dan Ujungberung berpotensi mengalami udara kabur.
Pada Rabu (29/7/2026), kondisi di Cibiru, Ujungberung, Panyileukan, dan Cinambo diperkirakan meningkat menjadi kabut/asap sebelum kembali didominasi udara kabur hingga akhir periode prakiraan pada Jumat (31/7/2026).
Fenomena udara kabur umumnya terjadi ketika partikel di atmosfer menyebabkan jarak pandang berkurang, sedangkan kabut terbentuk akibat tingginya kelembapan udara pada pagi atau malam hari. Kondisi tersebut dapat memengaruhi jarak pandang pengendara, terutama di kawasan timur Kota Bandung.
Dari sisi kelembapan udara, wilayah timur Bandung juga tercatat memiliki nilai tertinggi. Kecamatan Cibiru diprakirakan memiliki kelembapan hingga 94 persen, disusul Ujungberung mencapai 93 persen, Gedebage, Panyileukan, dan Cinambo hingga 92 persen, serta Rancasari mencapai 91 persen. Sementara itu, wilayah pusat dan barat Kota Bandung umumnya memiliki kelembapan maksimum pada kisaran 82 hingga 88 persen.
Secara umum, prakiraan BMKG menunjukkan kondisi cuaca di Kota Bandung selama sepekan ke depan relatif stabil. Tiga hari pertama diperkirakan cerah di seluruh kecamatan, kemudian didominasi cuaca berawan hingga akhir Juli, dengan potensi udara kabur dan kabut/asap yang lebih banyak terjadi di wilayah timur kota.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru, terutama bagi pengguna jalan yang beraktivitas pada pagi dan malam hari di kawasan timur Bandung, karena penurunan jarak pandang dapat terjadi ketika udara kabur atau kabut mulai terbentuk.
Jika diinginkan, saya juga bisa menyesuaikan gaya penulisannya agar lebih menyerupai berita Kompas.com, lengkap dengan lead, kutipan, dan alur penulisan khas media tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!