Bandung Bidik Investasi Hijau Global
Target tersebut sekaligus menempatkan Bandung pada posisi strategis untuk menunjukkan kepemimpinan dalam aksi iklim, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kawasan Asia.
Dari 28 langkah yang telah diidentifikasi, sekitar delapan langkah utama diperkirakan menyumbang sekitar 90 persen dari potensi pengurangan emisi.
Peluang tersebut tersebar di sejumlah sektor strategis. Di antaranya pembangunan dan pengembangan gedung hijau, efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan sampah, transportasi publik, serta pengelolaan air.
Dengan demikian, investasi hijau di Bandung memiliki ruang yang cukup luas. Tidak hanya proyek energi bersih, tetapi juga pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih efisien dan rendah emisi.
Sektor persampahan menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki potensi besar. Sistem pemilahan, pengumpulan dan pengolahan sampah yang lebih baik dapat membantu mengurangi emisi sekaligus meningkatkan kualitas layanan lingkungan.
Konsep waste to energy juga menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan. Sampah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan dapat diarahkan menjadi sumber energi melalui teknologi dan sistem pengelolaan yang tepat.
Di sektor transportasi, penguatan Bus Rapid Transit atau BRT menjadi salah satu peluang investasi yang dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Fasilitas park and ride juga menjadi opsi untuk mengintegrasikan kendaraan pribadi dengan transportasi publik. Sementara penerapan low emission zone di kawasan inti cagar budaya dapat menjadi instrumen untuk mengendalikan emisi di kawasan dengan aktivitas perkotaan yang tinggi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!