Bandung Bidik Investasi Hijau Global
“Kami juga menghadapi tantangan dengan semakin padatnya penduduk di Kota Bandung. Pada saat yang sama kami mengalami masalah dengan kualitas udara di Kota Bandung yang dianggap sekarang ini sebagai salah satu yang terburuk di Indonesia,” ujarnya.
Karena itu, pendekatan yang ditawarkan melalui climate investment diarahkan untuk melihat persoalan secara lebih menyeluruh, termasuk sektor transportasi, bangunan, energi, sampah dan tata ruang.
Sektor air juga menjadi perhatian serius Pemkot Bandung.
Saat ini, kebutuhan air bersih Kota Bandung masih bergantung pada pasokan air baku dari luar wilayah. Pada saat yang sama, sejumlah sungai yang menjadi bagian dari sistem lingkungan kota masih menghadapi persoalan kualitas dan kontaminasi.
Kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas air baku dan air tanah menjadi salah satu peluang yang ingin dikembangkan melalui investasi hijau.
“Kami juga mengundang climate investment ini untuk menyentuh kualitas air baku di Kota Bandung. Sampai saat ini untuk distribusi air bersih Kota Bandung, kami masih harus membeli air baku dari wilayah di luar Kota Bandung,” kata Farhan.
Menurut dia, investasi pada sektor air berpotensi memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, investasi tersebut dapat memperkuat kemandirian penyediaan air bagi masyarakat.
Dalam jangka panjang, Pemkot Bandung bahkan memiliki cita-cita agar air keran dengan kualitas aman untuk diminum dapat tersedia setidaknya di hotel-hotel berbintang di Kota Bandung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!