Bandung Bidik Investasi Hijau Global
Sejumlah tantangan Bandung yang disoroti dalam kerja sama tersebut antara lain polusi dan kualitas udara, pengelolaan air, pengembangan pariwisata, investasi, serta transformasi sistem pengelolaan sampah menjadi energi.
Pengalaman sejumlah kota di Inggris, seperti London, Oxford dan Glasgow, dinilai dapat menjadi sumber pembelajaran bagi Bandung dalam menghadapi persoalan serupa.
Karena itu, Pemerintah Inggris menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan dukungan pada tahap implementasi rekomendasi yang telah dihasilkan.
“Kami sangat senang dapat mendukung perjalanan Kota Bandung pada tahap ini. Kami juga berharap dapat terus bermitra dengan Pemerintah Kota Bandung dalam proses implementasi hasil laporan ini,” kata Jermey.
Sementara itu, IFC Country Manager Euan Marshall menjelaskan, kajian tersebut disusun melalui Climate Investment Opportunities Diagnostic dalam kerangka APEX Green Cities Program.
Bandung menjadi salah satu dari 30 kota di dunia yang tergabung dalam jaringan program tersebut. Program ini mendorong kota-kota untuk mengidentifikasi peluang investasi pada aksi iklim yang dinilai memiliki dampak paling besar.
Dari hasil kajian, terdapat 28 langkah atau kebijakan berdampak tinggi yang dapat diterapkan Kota Bandung. Jika diterapkan secara tepat, langkah-langkah tersebut diperkirakan berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca Kota Bandung hingga 22 persen pada 2035.
“Secara khusus terkait Climate Investment Opportunities Diagnostic terdapat 28 langkah atau kebijakan berdampak tinggi yang telah diidentifikasi. Jika seluruh langkah tersebut diterapkan secara tepat, emisi gas rumah kaca Kota Bandung diperkirakan dapat dikurangi hingga 22 persen pada 2035,” ujar Euan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!