Bahlil Ungkap Rencana Subsidi LPG 3 Kg dan Aturan Satu Harga
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 15 Juli 2025 | 18:30 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengusulkan alokasi subsidi gas LPG 3 kilogram untuk tahun 2026 berada pada kisaran Rp80 triliun hingga Rp 87 triliun. Besaran ini hampir setara dengan total subsidi LPG pada APBN 2025, meskipun lebih tinggi dari outlook tahun ini yang diturunkan menjadi Rp 68,7 triliun.
"Rangenya untuk subsidi LPG, sampai dengan sekarang rangenya mungkin diangka sekitar Rp 80 triliun sampai Rp 87 triliun," kata Bahlil usai rapat dengan Komisi XII DPR RI, Senin (14/7/2025).
Adapun volume LPG bersubsidi yang diajukan dalam Rancangan APBN 2026 sebesar 8,31 juta metrik ton (MT), sedikit turun dibandingkan outlook 2025 yang mencapai 8,36 juta MT.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah memfinalisasi Peraturan Presiden (Perpres) terkait LPG Satu Harga. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan praktik manipulasi, seperti pemindahan isi LPG 3 kg ke tabung nonsubsidi dan penjualan dengan harga di atas ketentuan.
"Aturannya lagi dibahas, kalau sudah selesai baru akan kami sampaikan," ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun pemerintah menggelontorkan anggaran subsidi LPG hingga Rp 87 triliun per tahun untuk membantu masyarakat kurang mampu, kenyataannya gas bersubsidi justru banyak dinikmati oleh kalangan yang mampu. Selain itu, penjual kerap menetapkan harga tinggi sehingga tujuan pemberian subsidi tidak tercapai.
"Kalau harganya dinaikkan, dinaikkan, dinaikkan terus, antara harapan negara dengan apa yang terjadi tidak sinkron," kata Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI sebelumnya pada Rabu (2/7/2025). @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!