Bahaya Menghabiskan Banyak Waktu di Depan HP: Bunuh Diri Remaja, Stres dan Depresi
Oleh Ashwini Tadpatrikar dan Manoj Kumar Sharma (360info)
- Institut Nasional Kesehatan Mental dan Ilmu Saraf.
PONSEL pintar telah menjamur, dan penggunaan internet melonjak dalam beberapa tahun terakhir di seluruh India. Lebih dari separuh negara tersebut – 52 persen, atau 759 juta orang – adalah pengguna internet aktif pada tahun 2022. Mayoritas dari mereka adalah kaum muda.
Sebuah studi pada tahun 2019 melaporkan bahwa dua pertiga pengguna internet di India berusia 12-29 tahun. Pada tahun 2022, sebuah survei mengungkapkan hampir semua remaja yang bersekolah (99,59 persen) menggunakan teknologi tersebut dalam satu atau lain cara.
Penelitian yang sama melaporkan bahwa sembilan persen remaja yang disurvei melaporkan kecanduan telepon. Sekitar 2,55 persen berjuang melawan kecanduan game. Di kalangan mahasiswa, proporsi yang terkena dampak lebih tinggi.
Tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap 50 penelitian di 19 negara bagian di India memperkirakan bahwa 19,9 persen mahasiswa kecanduan internet. Sebanyak 20-40 persen lainnya berisiko mengalami kecanduan internet. Penelitian telah menemukan hubungan yang signifikan antara kecanduan internet, stres, dan depresi, yang dapat berkontribusi terhadap ide dan perilaku bunuh diri.
Laporan menunjukkan adanya hubungan antara kecanduan game online, khususnya PUBG, dan bunuh diri sedang meningkat di kalangan remaja. Game online telah dikaitkan dengan bunuh diri dalam banyak kasus ketika ada hutang dan kerugian finansial akibat taruhan.
Dilaporkan ada 40 kasus bunuh diri dalam tiga tahun terakhir di Tamil Nadu akibat game online, terutama remi, karena kerugian besar. Laporan serupa juga datang dari Kerala, Andhra Pradesh dan Karnataka.
Rentetan notifikasi dan informasi yang berlebihan juga dapat berdampak buruk pada rentang perhatian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!