Bahaya Menghabiskan Banyak Waktu di Depan HP: Bunuh Diri Remaja, Stres dan Depresi
Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa meskipun penggunaan internet dalam jumlah sedang meningkatkan fungsi kognitif seperti perhatian, penggunaan internet yang berlebihan justru menguranginya. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi siswa yang mungkin merasa sulit berkonsentrasi pada studinya. Ada juga masalah fisik.
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak usia sekolah antara 11-17 tahun menemukan bahwa 18 persen dari mereka melaporkan ketegangan mata akibat penggunaan perangkat digital, yang ditandai dengan kekeringan, iritasi, dan penglihatan kabur. Selain itu, cahaya biru yang dipancarkan layar dapat mengganggu pola tidur, menyebabkan insomnia dan masalah terkait tidur lainnya.
Kurangnya olahraga
Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan perangkat digital sering kali berarti berkurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup yang tidak banyak bergerak berkontribusi terhadap peningkatan obesitas dan masalah kesehatan terkait di kalangan remaja India. Dengan banyaknya anak muda yang lebih memilih interaksi virtual dibandingkan percakapan tatap muka, keterampilan interpersonal mereka melemah.
Hal ini dapat berdampak buruk pada hubungan mereka di dunia nyata dan menyebabkan isolasi sosial. Temperamen mereka juga terpengaruh.
Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa remaja yang kecanduan teknologi, khususnya game, menunjukkan persistensi yang rendah, pencarian hal-hal baru yang tinggi, dan memiliki masalah perilaku. Mereka juga cenderung merasa sedih.
Keluarga dengan remaja yang kecanduan internet melaporkan lebih banyak kesulitan dalam mengelola perilaku mereka, memecahkan masalah yang muncul, dan berkomunikasi dengan mereka. Penggunaan internet hanya akan meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah pengguna aktif di India diperkirakan akan meningkat menjadi 900 juta pada tahun depan. Survei menunjukkan bahwa banyak anak muda kini menghabiskan antara empat dan enam jam setiap hari di depan perangkat mereka. Pandemi COVID-19 meningkatkan penggunaan ini ketika pembelajaran online menjadi lazim.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!