Bahaya Menghabiskan Banyak Waktu di Depan HP: Bunuh Diri Remaja, Stres dan Depresi
Pemerintah negara bagian Kerala memperkenalkan pusat De-kecanduan Digital (D-DAD) dan program de-kecanduan digital bagi siswa yang kecanduan game online dan pornografi.
Namun, kehadiran AI mengancam untuk memperburuk masalah dengan menciptakan konten yang sangat menarik dan dipersonalisasi sehingga membuat pengguna terpaku pada layarnya.
Algoritme media sosial dan layanan streaming menyesuaikan rekomendasi dengan preferensi individu, sehingga mengarah pada pengguliran tanpa henti dan menonton secara berlebihan.
Game dan aplikasi yang digerakkan oleh AI menggunakan sistem penghargaan dan notifikasi untuk membuat pengguna tetap ketagihan, sehingga mengganggu rutinitas sehari-hari dan membahayakan kesehatan mental.
Keterlibatan digital yang terus-menerus ini memperparah isolasi sosial dan membuat upaya untuk melepaskan diri dari layar menjadi semakin sulit.
Banyak pengguna mungkin memerlukan bantuan untuk melawan kecanduan ini. Kombinasi undang-undang dan kebijakan baru serta program detoks digital yang dirancang oleh para profesional kesehatan mental dapat membantu.
- Ashwini Tadpatrikar adalah sarjana PhD di Departemen Psikologi Klinis, Layanan Penggunaan Teknologi yang Sehat (Klinik SHUT), Institut Kesehatan Mental dan Ilmu Saraf Nasional, Bengaluru Manoj Kumar Sharma adalah Profesor di Departemen Psikologi Klinis, Layanan Penggunaan Teknologi yang Sehat (Klinik SHUT), Institut Nasional Kesehatan Mental dan Ilmu Saraf, Bengaluru.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!