Bagaimana Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Tanpa Pendaftaran Calon?
Nahdlatul Ulama (NU)./visi.news/ist.
Asrorun menekankan, draf alternatif mekanisme pemilihan tersebut ditawarkan untuk memastikan musyawarah dapat menyaring kader-kader terbaik yang nantinya memimpin kepengurusan PBNU secara kolektif kolegial.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan terdapat opsi untuk mempertahankan mekanisme one man one vote seperti yang berlaku selama ini. Selain itu, terdapat opsi baru berupa pemilihan Ketua Umum melalui AHWA dan penunjukan langsung oleh Rais Aam.
“Ini adalah opsi. Tentu semuanya tergantung keputusan Muktamar,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan, seluruh rancangan materi yang akan dibahas dalam Muktamar ke-35 NU telah melalui proses pembahasan secara berjenjang. Menurutnya, materi tersebut telah dibahas di tingkat PBNU dan Munas-Konbes sebelum dibawa ke Muktamar.
“Draf materi yang ada ini melalui proses. Ada yang dibahas di PBNU, kemudian di Munas-Konbes, setelah itu dibawa ke Muktamar. Nanti dibahas di komisi, khususnya Komisi Organisasi. Pasti menarik,” ujar Gus Ipul.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!