Bagaimana Keterkaitan antara Kalender Hijriah dan Hijrah?
Oleh Hannah Morris
VISI.NEWS - Selama kehidupan Nabi Muhammad saw. di Arab, orang-orang membedakan tahun dengan peristiwa besar yang terjadi di dalam diri mereka. Misalnya, tahun terjadinya hijrah—migrasi Nabi dan para sahabatnya dari Mekah ke Madinah—dinamakan 'tahun izin bepergian'.
Selama tahun keempat Khalifah Umar Ibn Al-Khattab, menjadi perlu menciptakan kalender untuk ketepatan waktu di antara wilayah kekhalifahan Islam yang luas.
Hal ini mendorong banyak diskusi tentang penetapan kalender Islam untuk membantu membedakan antara tahun dan menstandardisasi tanggal acara keagamaan.
Para sahabat membahas berbagai kalender yang digunakan oleh orang lain pada saat itu, termasuk kalender Persia, Mesir, dan Yahudi.
Al-Hurmuzan, seorang tawanan perang setelah penaklukan Islam atas Persia, menyarankan sistem Persia yang dikenal sebagai mahruz, yang didasarkan pada kemenangan raja-raja Persia.
Beberapa orang Yahudi yang masuk Islam menyarankan menggunakan kalender Ibrani. Para sahabat Nabi juga merenungkan apakah penanggalan harus dimulai dengan kelahiran, kematian, atau wahyu nabi.
Akan tetapi mereka tidak dapat menyepakati tahun-tahun yang tepat dari peristiwa-peristiwa ini. Akhirnya, 17 tahun setelah itu terjadi, para sahabat sepakat bahwa Hijrah akan menandai awal kalender Islam karena tidak ada perbedaan pendapat mengenai tahun terjadinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!