Asap Kebakaran Lahan Ciumbuleuit Ganggu Kesehatan 19 Warga

ED
PN
Selasa, 15 September 2026 | 22:58 WIB
Bagikan
Asap Kebakaran Lahan Ciumbuleuit Ganggu Kesehatan 19 Warga

Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah karena paparan asap dalam jumlah tinggi dapat mengganggu sistem pernapasan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan sebelumnya. Karena itu, pemantauan terhadap kondisi kesehatan warga terus dilakukan selama asap masih berada di sekitar kawasan permukiman.

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Kepulan asap juga menyebar ke sejumlah fasilitas publik, termasuk lingkungan pendidikan dan fasilitas kesehatan yang berada tidak jauh dari titik kebakaran.

Tiga sekolah yang terdiri atas satu sekolah menengah pertama dan dua sekolah dasar dilaporkan ikut terdampak asap. Meski demikian, aktivitas pendidikan di ketiga sekolah tersebut tidak dihentikan. Proses belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa.

"Kena asap, tetapi tidak menghentikan proses belajar mengajar. Tetap berjalan," kata Farhan.

Selain sekolah, Rumah Sakit Salamun yang berada di sekitar lokasi kebakaran juga ikut terdampak kepulan asap. Kondisi ini membuat pemerintah kota perlu memastikan perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap masyarakat maupun fasilitas umum di kawasan tersebut.

Pemkot Bandung terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat serta kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran. Pemantauan akan dilakukan hingga situasi dinyatakan aman dan dampak asap terhadap lingkungan sekitar berkurang.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kepulan asap masih muncul. Warga yang mengalami sesak napas, batuk, iritasi, atau keluhan kesehatan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Masyarakat, terutama mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, juga diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara di sekitar lokasi belum kembali normal. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.