Asap Kebakaran Lahan Ciumbuleuit Ganggu Kesehatan 19 Warga

ED
PN
Selasa, 15 September 2026 | 22:58 WIB
Bagikan
Asap Kebakaran Lahan Ciumbuleuit Ganggu Kesehatan 19 Warga

VISI.NEWS — Sebanyak 19 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran lahan yang terjadi di RT 001 RW 010, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Mayoritas warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sementara sebagian lainnya mengalami asma, hipertensi, serta sejumlah keluhan kesehatan lainnya.

Informasi tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meninjau langsung lokasi kebakaran pada Selasa, 15 September 2026. Kebakaran lahan tersebut dilaporkan telah berlangsung sejak malam sebelumnya dan menimbulkan kepulan asap yang menyebar ke kawasan permukiman serta sejumlah fasilitas publik di sekitar lokasi.

Farhan mengatakan, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bandung, hingga Selasa sore tercatat sekitar 19 warga mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan dampak asap kebakaran.

"Sejauh ini warga yang terdampak akibat kebakaran ini kurang lebih 19 orang," kata Farhan saat berada di lokasi.

Menurutnya, sebagian besar gangguan kesehatan yang dialami warga berkaitan dengan paparan asap kebakaran. Warga yang mengalami ISPA menjadi kelompok yang paling banyak terdampak akibat kondisi tersebut.

"Sudah hampir pasti yang mengalami ISPA ini terkena dampak asap. Nanti saya akan memastikan kembali dengan mengunjungi posko kesehatan," ujarnya.

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan telah membuka layanan pemeriksaan bagi masyarakat yang terdampak. Posko kesehatan didirikan di wilayah RW 10 untuk memudahkan warga memperoleh pemeriksaan dan penanganan awal.

Seluruh warga yang mengalami keluhan kesehatan telah mendapatkan pemeriksaan awal. Berdasarkan informasi yang disampaikan Pemkot Bandung, mereka tidak perlu menjalani perawatan di rumah sakit dan saat ini masih berada di rumah masing-masing.

Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah karena paparan asap dalam jumlah tinggi dapat mengganggu sistem pernapasan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan sebelumnya. Karena itu, pemantauan terhadap kondisi kesehatan warga terus dilakukan selama asap masih berada di sekitar kawasan permukiman.

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Kepulan asap juga menyebar ke sejumlah fasilitas publik, termasuk lingkungan pendidikan dan fasilitas kesehatan yang berada tidak jauh dari titik kebakaran.

Tiga sekolah yang terdiri atas satu sekolah menengah pertama dan dua sekolah dasar dilaporkan ikut terdampak asap. Meski demikian, aktivitas pendidikan di ketiga sekolah tersebut tidak dihentikan. Proses belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa.

"Kena asap, tetapi tidak menghentikan proses belajar mengajar. Tetap berjalan," kata Farhan.

Selain sekolah, Rumah Sakit Salamun yang berada di sekitar lokasi kebakaran juga ikut terdampak kepulan asap. Kondisi ini membuat pemerintah kota perlu memastikan perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap masyarakat maupun fasilitas umum di kawasan tersebut.

Pemkot Bandung terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat serta kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran. Pemantauan akan dilakukan hingga situasi dinyatakan aman dan dampak asap terhadap lingkungan sekitar berkurang.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kepulan asap masih muncul. Warga yang mengalami sesak napas, batuk, iritasi, atau keluhan kesehatan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Masyarakat, terutama mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, juga diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara di sekitar lokasi belum kembali normal. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran.

Hingga Selasa sore, pemerintah masih memantau perkembangan situasi di Ciumbuleuit, termasuk kondisi warga yang terdampak, aktivitas fasilitas publik, serta kualitas udara di sekitar kawasan kebakaran. Penanganan kesehatan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.